(Kampus Terpadu, 07/11/2016) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB), merupakan salah satu Fakultas di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, yang memiliki beragam organisasi kegiatan mahasiswa di dalamnya. Mulai dari yang berbentuk lembaga, Himpunan Mahasiswa Jurusan, maupun komunitas. Sebut saja misalnya Lembaga Pers Mahasiswa Kognisia, Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom), Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himpasi), komunitas Teater Tenun, Psikologi Studi Club (PSC), Piala, Komunitas Borneo Malenggang, Futsal, Badminton dan lain sebagainya.

Diantara organisasi-organisasi tersebut ada yang sifatnya independen (tidak dibawahi oleh Lembaga Mahasiswa) salah satunya adalah Kognisia, selain itu hampir semuanya berada di bawah naungan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) seperti HMJ dan komunitas yang telah legal secara birokrasi sebagai bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), contoh misalnya  UKM Futsal dan Badminton. Namun, tak sedikit pula organisasi atau komunitas yang belum tercatat sebagai UKM yang berada di bawah Lembaga dan selanjutnya mereka dibawahi FPSB langsung seperti piala dan PSC. Situasi tersebut kemudian memunculkan kategorisasi organisasi internal dan eksternal di  FPSB oleh dekanat.

Akmal, Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa periode 2016/2017, menyayangkan adanya pengkategorian organisasi oleh pihak dekanat FPSB yang disusun secara sepihak dan tidak sesuai dengan bunyi Peraturan Dasar Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (PDKM UII), dimana organisasi internal ialah organisasi yang berada dibawah lembaga secara sah. Pemilik nama asli Akmal Maulana Luthfi Ridho Sanggusti itu berpendapat bahwa pengkategorian tersebut akan semakin mengkotak-kotakkan organisasi yang ada di UII khususnya FPSB.

“Regulasi dan kategorisasi itu dibuat tidak dengan sepengetahuan DPM, karena kemarin masih dalam masa transisi, selain itu juga kategorisasi ini akan tambah mengkotak-kotakkan organisasi di FPSB, padahal sudah ada Lembaga dan HMJ yang menaungi mereka,” ujar Akmal.

Endo Faisal selaku ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa periode 2016/2017 mengatakan bahwa pihak lembaga sudah sempat berbicara dengan pihak dekanat mengenai hal itu, namun dekanat belum bisa mengubah pengkategorian organisasi tersebut. Meski demikian, Endo mengaku tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan pandang antara Dekanat dengan lembaga.

“Kita hanya memberikan pemahaman mengenai organisasi menurut PDKM, kalau untuk pengkategorian dekan itu sebenarnya tidak ada masalah, yang penting bukan organisasi yang bercabang banyak yang nantinya didanai,” ujar Endo.

Sebelumnya, dalam public hearing Dekanat pada hari kamis (8/9) yang lalu, dekan FPSB, Arief Fahmi, menyampaikan pernyataannya  mengenai pengkategorian organisasi internal dan eksternal FPSB. Menurutnya yang dinamakan organisasi internal FPSB ialah organisasi yang betul-betul hanya ada di FPSB saja, dalam artian tidak memiliki cabang di tempat lain dan kantor pusatnya memang bertempat di FPSB, meskipun tidak tercatat sebagai UKM secara alur birokrasi Lembaga Mahasiswa. Sebaliknya eksternal FPSB merupakan organisasi yang lahir di luar FPSB atau yang pusatnya bukan di FPSB. Pengkategorian tersebut, menurut Dekan Arief Fahmi, berangkat dari semangat fakultas yang memprioritaskan aktifitas mahasiswanya.

“Ini tidak ada kaitannya dengan legalitas, apakah dibawah LEM, HMJ atau apapun. Pada prinsipnya ialah bahwa mahasiswa FPSB silahkan mengembangkan diri, silahkan berorganisasi,” tutur Arief Fahmi saatpublic hearing.

Sejalan dengan pernyataan Dekan FPSB tersebut, Abdul Jamil selaku Wakil Rektor tiga UII berpendapat bahwa kampus memang harus mengakomodasi seluruh kegiatan organisasi mahasiswa baik organisasi internal maupun eksternal selama masih memiliki satu visi dan misi dengan UII.

“Organisasi apapun boleh berkembang, asalkan semangatnya fastabikhul khoirot dan satu visi-misi dengan UII, yakni tidak boleh bertentangan dengan agama Islam,” tegas Jamil.

 

Reporter: K. A Sulkhan, Ria Nisrina, Merlina Rahma

(berita ini merupakan hasil koreksi dari salah satu berita yang diterbitkan pada aQuarium edisi November 2016)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *