Reporter: Mirza Iqbal, K.A. Sulkhan

(Yogyakarta, 30/03/2017) Puluhan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, menggelar aksi pernyataan sikap dukungan terhadap warga pegunungan Kendeng Utara di Kabupaten Pati dan Rembang, Jawa Tengah, yang sampai saat ini masih berjuang menolak pendirian pabrik semen oleh PT. Semen Indonesia. Aksi yang mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa UII (KM UII) Peduli Petani Kendeng tersebut berlangsung di area Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, pada Rabu malam ( 29/03/17).

Ada lima hal yang digaungkan oleh KM UII dalam pernyataan sikap dukungannya atas perjuangan warga Kendeng. Pertama, pernyataan duka atas meninggalnya Patmi, petani Kendeng yang menghembuskan nafas terakhirnya saat melakukan aksi mengecor kaki dengan semen di Jakarta. Kedua, mengutuk segala bentuk represif aparat terhadap warga pegunungan Kendeng. Ketiga, menuntut gubernur Jawa Tengah segera mencabut keputusan Gubernur No. 660.1/6 tahun 2017 tentang ijin lingkungan kegiatan penambangan dan pembangunan PT. Semen Indonesia di Rembang. Keempat, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) agar melaksanakan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 99 PK/TUN/2016 tentang pelarangan kegiatan penambangan dan pengeboran di atas Cekungan Air Tanah (CAT) di wilayah pegunungan Kendeng. Kelima, menuntut ketegasan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam menyikapi konflik agraria di Indonesia.

Selain sebagai bentuk dukungan untuk para petani Kendeng, Tegar Ramadiansyah, anggota Komisi 2  Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII sekaligus Koordinator Umum (Kordum) aksi, mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh KM UII tersebut juga merupakan wujud kekecewaan mahasiswa terhadap sikap Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang melanggar Putusan Mahkamah Agung dengan mengeluarkan ijin baru terkait pendirian pabrik semen di Kendeng. Tegar menilai sikap Ganjar telah menunjukkan ketidakberpihakannya pada rakyat kecil.

“Kami mengharapkan kekuasaan yang juga ditujukan untuk melindungi rakyat kecil,” ujarnya.

Tegar juga menyampaikan keinginan KM UII agar Presiden Joko Widodo bisa lebih tegas terhadap Ganjar terkait konflik agraria yang terjadi di Kendeng. Sebab menurut Tegar, perjuangan masyarakat Kendeng dalam mempertahankan lingkungannya sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya, namun Ganjar seolah mengabaikan nasib mereka dengan terus berusaha meloloskan pendirian pabrik semen PT. Semen Indonesia.

“Dari pandangan saya pribadi dan KM UII, ini gubernurnya sedang bermasalah, Presiden harusnya turun tangan!” Ungkap Tegar.

KM UII, sebagaimana disampaikan oleh Tegar Ramadiansyah, akan terus berkomitmen untuk mengawal konflik agraria di Rembang. Kedepannya, Tegar menegaskan bahwa KM UII akan terus melakukan dukungan terhadap para petani Kendeng dengan aksi-aksi yang bersifat akademis.

“Setelah aksi ini kami masih akan tetap mengadakan aksi tetapi lebih akademis, seperti mengirim tulisan-tulisan ke media dan sebagainya,” tutupnya.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *