Yogyakarta-Pada tanggal 13 Mei 2017, Waduk Sermo yang berlokasi di Kulon Progo dihiasi ratusan lampion warna-warni yang indah. Lampion-lampion ini berasal dari para wisatawan yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh Dinas Pariwisata DIY yang diberi nama “Menoreh Night Festival”. Kegiatan ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sebagai ajang untuk mengangkat Waduk Sermo menjadi objek daya Tarik wisata unggulan, baik lokal maupun mancanegara menjelang proyek-proyek yang dilakukan pemerintah di Kulon Progo, seperti pembangunan New Yogyakarta International Airport.

Kegiatan melepaskan lampion ini sebenarnya hanyalah pemanis dan tidak menjadi pokok acara seperti yang disebutkan oleh Danang selaku SC kegiatan yang bertemakan Community and Culture Moments. “Sebenarnya untuk mempercantik suasana saja dan nyalanya hanya setiap dua jam sekali” tegas Danang. Seperti yang sudah diberitahukan oleh Danang diatas, maka pokok tujuan diselenggarakan acara ini bukan bertumpu pada pelepasan lampion di waduk, namun untuk memperkenalkan kebudayaan lokal masyarakat kepada wisatawan dengan mengkolaborasikan komunitas-komunitas lokal yang ada kemudian tampil di panggung dan menjadi pusat acara ini. “Ada beberapa komunitas, mulai dari tadi pagi sampai malam itu komunitas land over, kalau malam ini ada festival kita, menoreh night festival, kalau besok pagi ada festival reog dan jatilan”. Danang berharap tujuan dari kegiatan ini bisa sampai kepada masyarakat dan setidaknya mengingatkan kembali masyarakat tentang kebudayaan lokal yang dimiliki Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi kegiatan pertama dari sekian banyak acara di Kulon Progo yang memiliki ciri khas, yakni melepaskan lampion di waduk.
Antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini juga sangat besar terbukti dengan tiket lampion yang ludes terjual sebelum acara dimulai. Untuk dapat ikut melepas lampion, pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp.50.000, ditambah bisa berfoto di spot yang sudah disediakan. Namun jika tidak ikut melepas lampion, pengunjung hanya dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp.5000 dan biaya parkir sebesar Rp. 2000 untuk motor dan Rp.5000 untuk mobil. Kedepannya, Danang berharap kegiatan ini akan dilangsungkan setiap tahun namun keputusan tersebut dipegang oleh Dinas Pariwisata DIY sebagai penyelenggara kegiatan. (Fathimah Zahro)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *