(Kampus Terpadu UII, 14 Agustus 2017)  Pagi ini Pukul 07.00-12.00, Universitas Islam Indonesia menyambut Ribuan Mahasiswa baru dengan mengadakan Kuliah Perdana di Gedung Kahar Muzakir, Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia Bertemakan “Mahasiswa Berprestasi Pemimpin Masa Depan Negeri.”

Acara Kuliah Perdana dibuka dengan sambutan dari jajaran Civitas Akademika UII dan perwakilan Orang Tua Mahasiswa yang kemudian diisi dengan pertunjukan seni dari beberapa Unit Kegitan Mahasiswa UII, penyerahan penghargaan kepada Mahasiswa berprestasi, dan ditutup oleh keynote speaker CEO General Electric Indonesia, Handry Satriago.

Pada kuliah perdana ini, Handry menyampaikan kepada kurang lebih 4760 Mahasiswa baru mengenai perkembangan informasi yang begitu pesat saat ini menciptakan sebuah persaingan ekonomi global yang sengit. Oleh karena hal tersebut, agar Indonesia mampu bersaing dalam kancah internasional diperlukan generasi muda yang siap menghadapi dinamika Global. Selain itu, Sumber Daya Manusia di Indonesia perlu ditingkatkan karena ekspor Indonesia saat ini terbatas pada komoditas seperti tambang, karet, kelapa sawit, dll sedangkan banyak negara yang tidak memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah justru memiliki daya saing yang tinggi karena memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

Handry sendiri menyayangkan Perusahaan Multinasional yang ada di Indonesia kebanyakan dipimpin oleh orang-orang luar Indonesia, hal ini disebabkan karena mental Indonesia masihlah mental pekerja bukan pemimpin. Pria berumur 48 tahun ini menegaskan bahwa di Indonesia ini perlu ada dobrakan dari generasi sekarang dalam merubah mental orang Indonesia, hal ini bisa dimulai dengan berani untuk memimpin diri sendiri. Pria asal Pekanbaru ini menutup kuliah perdana dengan menceritakan bagaimana kelumpuhan yang dialaminya sejak umur 18 tahun dikarenakan kanker kelenjar getah bening di tulang punggungnya dan harus menggunakan kursi roda hingga sekarang. Walau hal ini sempat membuatnya putus asa namun musibah yang dialaminya tidak menjadi penghalang untuk tetap berjuang hingga menjadi CEO General Electric Indonesia sejak tahun 2010 lalu.

Di akhir materi, pria lulusan IPB ini berpesan bahwa tidak perlu membayar orang lain untuk menjadi pengikut, “jika kita bisa penuh percaya diri memimpin diri sendiri maka orang-orang akan mengikuti anda dengan sepenuh hati dan menolong anda dengan penuh ikhlas”, tutupnya.

Fadilla Indah, Mahasiswa baru program studi Hubungan Internasional mengungkapkan bahwa ia merasa kagum terhadap Handry karena walau dengan keterbatasannya namun hal tersebut tak menghalangi Handry untuk terus berjuang. Sena Aditya Putra, Mahasiswa baru program studi Hukum merasa termotivasi karena Handry yang berasal dari keluarga sederhana dan dengan keterbatasan pun dapat menjadi seseorang yang sukses. (Satya, Firda, Suci)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *