Tareq Aziz Muwafi, Ketua HMJ Elsa PBI, ketika diwawancara oleh reporter LPM Kognisia

(Yogyakarta, 16/09/2017) Komisi Pemilihan Umum Pemilihan Wakil Mahasiswa (KPU Pemilwa) Universitas Islam Indonesia (UII) 2017 mengeluarkan press realease yang salah satunya berisi tentang dibukanya kembali pada hari pendafataran online bagi para calon legislatif Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) pada hari Kamis (07/09/2017). Pendaftaran ini dibuka kembali lantaran hanya dua orang mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi KPU.

Minimnya bakal caleg FPSB pada pendaftaran gelombang pertama tersebut mendapat tanggapan yang beragam dari para empat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di FPSB.  Salah satunya adalah Ketua Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi), Dzikra Ramiza. Saat ditemui tim reporter LPM Kognisia, Dzikra mengatakan bahwa dirinya telah memprediksi turunnya antusiasme mahasiswa dalam berlembaga. “Di satu sisi kaget, tapi di sisi yang lain udah memprediksi. Akhir-akhir ini aku lihat antusiasme mahasiswa buat berlembaga memang makin minim,” Ujar Dzikra.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), Ridwan Fawzi berpendapat ada tiga kemungkinan penyebab minimnya caleg. Pertama, karena mahasiswa yang ingin fokus dengan kuliahnya terlebih dahulu, karena kebanyakan dari mereka sudah memasuki semester akhir dan merasa jika legislatif pasti akan mengemban tanggung jawab besar. Kedua, birokrasi kampus yang semakin hari semakin tidak jelas dan semakin mengurung mahasiswanya. Ketiga, adanya mahasiswa yang ingin mendaftar namun tidak bisa memenuhi persyaratan, dan, lanjut Ridwan,  ada juga mahasiswa yang persyaratannya terpenuhi tetapi  tidak bisa mengikuti rangkaian tes.

Berbeda dengan Ridwan, Tareq Aziz Muwafi, selaku ketua ELSA (English Language Students Associaton) berpendapat minimnya caleg yang mendaftar merupakan kegagalan KPU dalam mempublikasikan secara luas Pemilwa. “Kegagalan oleh KPU yang kita udah tahu bahwa publikasi dari Pemilwa ini sendiri kurang meluas” ujar Tareq.

Salah satu alasan yang membuat Tareq yakin minimnya bakal caleg FPSB ini terjadi karena berkembangnya pemikiran “lembaga sudah tidak penting”. Sehingga walaupun sebenarnya banyak mahasiswa aktif dalam suatu kepanitiaan, tidak sedikit dari mereka belum bisa berkomitmen untuk menetap dalam suatu kelembagaan.

Namun, Tareq Aziz Muwafi menyampaikan jika sebelumnya DPM sudah memberikan mandat dan bertemu dengan pihak-pihak HMJ agar setidaknya ada perwakilan dari masing-masing Prodi sebagai caleg. “Kalo dari mandatnya kita udah ada, dari teman-teman HMJ mengutus delegatoris untuk lanjut ke DPM. Kemarin tuh kita target HMJ mengirim 3-4 orang, jadi harapannya di DPM ada perwakilan dari tiap prodi. Jadi nggak timpang sebelah.”

Setelah adanya pendaftaran gelombang kedua untuk FPSB, jumlah caleg mengalami peningkatan. Ada enam caleg dari FPSB saling memperebutkan kursi jabatan. Reza Malik Akbar selaku Wakil Ketua HIMAPSI (Himpunan Mahasiswa Psikologi) berharap nantinya caleg yang terpilih mampu memegang amanah dan bijaksana dalam mengemban tugasnya.

“Harapannya sih agar caleg-caleg yang akan terpilih nanti bisa amanah dan bijaksana dalam mengemban tugasnya menjadi petinggi-petinggi lembaga internal FPSB, dan semoga mereka, tidak untuk hanya melihat asal mereka darimana atau prodi mereka darimana, tetapi lebih kepada bahwa kita FPSB,” tutup Reza. (Za)

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *