(Kampus Terpadu, 09/11/2017)  Himpunan Mahasiswa Psikologi (Himapsi), Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB), Universitas Islam Indonesia (UII), memiliki sebuah program yang diberi nama Sego Sedulur. Sego Sedulur merupakan kegiatan bakti sosial Himapsi yang mengajak para mahasiswa Psikologi UII untuk turun ke beberapa titik jalan Yogyakarta guna membagi-bagikan nasi kepada sejumlah kaum dhuafa.  Program yang dinaungi oleh Divisi Pengabdian Masyarakat Himapsi tersebut rutin dijalankan setiap bulan.

Talitha Wira, koordinator Divisi Pengabdian Masyarakat Himapsi periode 2016-2017, menuturkan program Sego Sedulur pertama kali dicetuskan tahun 2015. Mengenai nama Sego Sedulur sendiri, Talitha menjelaskan bahwa maknanya ialah nasi untuk bersama. “Itu kan bahasa Jawa yang artinya Nasi dan Saudara, jadi intinya nasi kita sama-sama, pas sama tujuan kita, untuk berbagi dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan mahasiswa,”kata Talitha.

Sego Sedulur dilaksanakan pada Jumat malam di minggu ketiga setiap bulannya, tepatnya dimulai sekitar pukul 9-12 malam. Menjelang H-4 kegiatan, Himapsi biasanya memutar kotak donasi ke tiap-tiap kelas di Program Studi Psikologi. Menurut Talitha, donatur datang dari kalangan mahasiswa dan dosen Psikologi. “Ada yang donasi uang, kadang-kadang ada yang donasi air,”ujarnya.

Sekali turun, ada sekitar 80-an kotak nasi yang dibagikan. Talitha menerangkan uang yang digunakan untuk membeli nasi-nasi tersebut sepenuhnya menggunakan hasil mencari donatur. Ia dan anggota Divisi Pengabdian Masyarakat Himapsi telah menentukan minimal 75 nasi yang dibagikan setiap kali kegiatan. “Menurut kita itu angka yang pas untuk bagi-bagi nasi, kalau lebih alhamdulillah kalau kurang jangan,”ucapnya.

Pihak Dekanat FPSB pernah memberi sokongan dana untuk kegiatan Sego Sedulur. Talitha mengatakan dana dari Dekanat tersebut digunakan untuk membeli berbagai atribut seperti jaket fosfor,  light stick, dan kotak donasi. “Kasihan ada yang ketinggalan pas belok karena itu kita beli light stick, terus jaket fosfor biar kentara rombongannya, kita juga pakai buat beli kotak donasi,”kata Talitha.

Talitha berharap, kedepannya kegiatan Sego Sedulur tidak hanya eksis di Himapsi saja,  tetapi juga bisa diperluas ke jurusan-jurusan lain. Ia juga ingin ada jurusan lain yang mau bekerjasama dengan Himapsi untuk menjalankan kegiatan tersebut.

“Aku rasa bisa berbagi ke orang-orang yang membutuhkan, melihat ekspresi mereka, memberi rasa senang tersendiri yang nggak bisa kita dapatkan dimana saja dan nggak bisa dibeli dengan apa-apa. Acara ini insyaalloh nggak ada negatifnya kok,”pungkas Talitha.

Galuh Noor Fadhilah, mahasiswa Psikologi angkatan 2016, berpendapat program Sego Sedulur mengandung nilai-nilai sosial. Mahasiswa yang mengaku telah mengikuti program tersebut sejak pertama kuliah ini mengatakan Sego Sedulur telah memberi pembelajaran padanya untuk selalu peduli dengan orang lain. “Jadi punya rasa berbagi terhadap sesama dan bisa lebih menghargai yang saya miliki sekarang,”ujarnya.

Namun, menurut Galuh, karena acara Sego Sedulur diadakan malam hari, beberapa mahasiswa ada yang kurang bisa mengikutinya secara maksimal. “Terutama perempuan yang  kosnya ketat jam malam,” kata Galuh.

Komentar senada juga disampaikan oleh mahasiswa angkatan 2015, Awalin Dzuha Musdalifah. Awalin mendukung program Sego Sedulur untuk selalu rutin dilakukan. Selain itu, menurutnya penyelenggara program tersebut telah benar-benar memperhatikan tingkat keamanan para relawan yang ikut. “Saya ikut program ini sudah lama, alhamdulillah keamanan selalu diutamakan, misalnya yang bawa motor harus laki-laki dan yang digonceng perempuan,” terang Awalin.  (Sulkhan)

Sumber Foto: Dok. Himapsi

 

 

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *