(Kampus Terpadu, 18/12/2017) Communication Artcademic Festival (Commart Fest) merupakan salah satu event yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB), Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Event tersebut diselenggarakan di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, pada tanggal 14-16 Desember 2017. Menampilkan berbagai macam karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UII, mulai dari mural, fotografi, sinema, esai, dan lain sebagainya. Event Commart juga menggelar beberapa lomba tingkat nasional seperti lomba menulis esai, fotografi, sinema, lukis, serta handlettering. Selain itu, ada juga bazar yang menghadirkan beraneka macam kuliner.

Aisyah Nirmala Dewi, sekretaris panitia Commart, mengatakan tujuan diselenggarakannya event tersebut ialah untuk mengenalkan karya kreatif mahasiswa Ilmu Komunikasi UII ke publik. Oleh karena itu, sebagian besar karya di Commart berasal dari mahasiswa. Namun selain mahasiswa, beberapa dosen Ilmu Komunikasi juga turut berpartisipasi menggelar karya. “Emang tujuannya  supaya karya-karya dari Prodi Ilkom semakin dikenal masyarakat luas,” kata Aisyah.

Proses perancangan event Commart berjalan sekitar empat bulanan. Menurut Aisyah waktu tersebut relatif singkat, sehingga ada beberapa kendala yang mesti dihadapi oleh para panitia seperti adanya Miscommunitaion dan lain sebagainya. “Tapi Alhamdulilah, kami bisa mengatasinya dengan baik,” imbuhnya.        

Tahun ini merupakan tahun kedua Commart. Sebelumnya, Commart diadakan pada tahun 2015 dan berlokasi di Taman Budaya Yogyakarta. Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom), Ridwan Fawzi, memandang acara Commart yang kedua ini memiliki perbedaan dari tahun pertamanya. “Salah satunya ada lomba handlettering yang di tahun pertama tidak ada,” sebut Ridwan.

Pihak Prodi Ilmu Komunikasi UII sangat mendukung terselenggaranya Commart. Menurut Ridwan, prodi memberi sokongan dana yang besar untuk kelancaran acara tersebut. Selain itu, ketika mengalami kendala dengan birokrasi UII dalam mengontrol kegiatan outdoor, Prodi turut pasang badan bersama Himakom dan panitia Commart. “Prodi mem-back up, kita (Himakom dan pantia) menjelaskan konsep acara ke Bidang Kemahasiswaan, dan karena acara ini langsung terjun ke masyarakat serta menampilkan karya mahasiswa, efeknya bagus ke univ, jadi rektorat oke (setuju),” tutur Ridwan.  

Kendala birokrasi tersebut juga berdampak terhadap waktu produksi Commart yang menjadi relatif singkat. Namun akhirnya, menurut keterangan Ridwan, event Commart dapat terlaksana dengan lancar, bahkan mendapat dukungan dana dari Wakil Rektor (Warek) 3 UII Bidang Kemahasiswaan.

Ketika ditanya apakah Commart akan tetap diadakan dua tahun sekali, Ridwan berpendapat bahwa dengan segala padatnya kegiatan akademik mahasiswa, maka memang akan lebih baik jika Commart menjadi acara dua tahunan. Oleh karena itu, Ridwan berharap untuk dua tahun mendatang, para pantia Commart bisa memanfaatkan waktu secara efisien. “Dipikirkan dari jangka waktu, harus benar-benar dipastikan kalau dua tahun ke depan ada Commart, harus dipersiapkan waktu yang memadai,” pungkasnya. (Sulkhan)

Liputan Bersama: Satya Riski, Zakiyah Yasfi, Lina Sholawati

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *