(Kampus Terpadu, 19/12/2017) Bagi mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang menyukai dunia otomotif, Mobil Listrik Android Ulil Albab Student Center (UASC) Kaliurang Unisi, bisa menjadi salah satu refrensi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mesti dimasuki. Pasalnya, UKM tersebut memfokuskan kegiatan anggotanya untuk selalu berkeasi dan berinovasi di bidang teknologi transportasi. Terbukti, sejak tahun 2015 hingga 2017 ini, Tim Mobil Listrik UASC Kaliurang Unisi telah beberapa kali memeroleh penghargaan kategori “Best Technology” dalam ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI), di Politeknik Negeri Bandung.

Ketua Pelaksana Tim Mobil Listrik, Rian Nur Adiyatama, mengatakan UKM tersebut sebenarnya terbentuk pada tahun 2013, diawali oleh 15 mahasiswa yang tergabung dalam tim riset teknologi mobil listrik. Tim riset tersebut kemudian mendapat dorongan dari pihak Fakultas Teknologi Indutsri agar membuat prototype mobil listrik. Saat mobil dalam keadaan setengah jadi, pihak universitas mulai memberi respon dan bantuan kepada tim.

Tahun 2014, Tim Mobli Listrik UASC mulai mengikuti ajang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) yang dihelat di Politeknik Negeri Bandung. Namun, di tahun tersebut mereka belum memeroleh penghargaan sama sekali. Menurut Rian, hal itu karena belum ada kategori teknologi dalam KMLI. “Adanya kategori deselerasi, kecepatan, efisiensi sama uji tanjak, padahal kita satu-satunya yang sudah memakai teknologi android di sana bahkan di Indonesia,” ujar Rian.

Rian mengatakan Tim Mobil Listrik UASC kemudian mengajukan usul pada panitia agar tahun berikutnya, kategori teknologi ada dalam lomba. Usul itu ternyata benar-benar diterapkan oleh panitia pada tahun 2015 sehingga di tahun tersebut Tim Mobil Listrik UASC pun meraih juara Best
Technology
serta juara 1 race. Tahun 2016 Tim Mobil Listrik UASC lagi-lagi menyabet Best Technology serta juara 1 kategori pengereman, kemudian di tahun 2017 mereka juga menyabet Best Technology dan juara 3 kategori pengereman. “Namanya teknologi kan juga merupakan suatu kebutuhan,” ucap Rian.

Selain menyabet penghargaan tingkat nasional, Mobil Listrik Android UASC juga hampir tiap tahun dipamerkan di beberapa ajang pameran bergengsi, seperti International Motor Show (IMS) dan Gekindo Indonesian International Auto Show (GIIAS). Menurut Rian, dua ajang pameran yang berlokasi di Jakarta tersebut memiliki banyak pengunjung. Bahkan dalam 10 hari, transaksi nilai jual di sana bisa mencapai milyaran. Oleh karenanya, untuk stand pameran di IMS maupaun Gekindo, per harinya dihargai sekitar 10 juta. “Jadi kalau 10 hari ya 100 juta, tapi kita gratis soalnya kita diundang, ini jadi kesempatan mem-branding sponsor dan terutama kampus,” kata Rian.

Tim Mobil Listrik UASC menjadi tim mahasiswa yang pertama kali mendapat tempat pameran di IMS dan GIIAS. Selanjutnya, di tahun 2016 Tim Mobil Listrik UASC mengundang tim-tim dari universitas lain. “Dari Jogja itu, kita (UII) sama UGM, terus dari Jakarta ada, Bandung ada,itu kita yang rekomendasiin panitia untuk ngundang mereka, tapi tetep stand kita yang paling gede, terus kalau Gekindo masih kita sendiri,” ujarnya.

Selain di IMS dan GIIAS, beberapa pameran bergengsi yang pernah diikuti oleh Tim Mobil Listrik UASC antara lain General Electrical serta Habibie Transformaking. Rian menceritakan, pada saat timnya mengikuti Habibie Transformaking, mantan Presiden RI B.J. Habibie  melihat-lihat mobil buatan mereka dan memberi komentar. “Dia (Habibie) menanyakan ‘apakah ini buatan sendiri?’ kita bilang ‘iya’ terus dia lihat hasil lasan kita, terus dia bilang ‘bagus, tapi harus ada sedikit perbaikan’ terus dia nanya masalah kekuatan, kita belum pernah nguji, dan Pak Habibie menyarankan kami mengujinya,” jelas Rian.

Sejauh ini, Tim Mobil Listrik UASC sudah melahirkan tiga generasi mobil listrik. Mereka terus berupaya melakukan inovasi dan perbaikan sehingga mereka selalu bisa mengembangkan teknologi mobilnya hampir tiap tahun. Jika di tahun pertama mereka bisa merancang mobil yang dikontrol lewat teknologi android serta menggunakan Battery Management Systems (BMS), maka pada tahun berikutnya mereka mengembangkan teknologi Internet Of Things (IOT) yang memungkinkan mobilnya bisa membuat status di media sosial sendiri. Kemudian, mereka juga telah menyediakan fasilitas live streaming  di mobil lewat Go Pro.

Tak berhenti disitu saja, saat ini mereka tengah mengembangkan telemetri, teknologi yang dapat memantau keadaan mobil dari jarak jauh. Rian dan timnya berniat menjual teknologi tersebut pada panitia lomba  KMLI. “Rencana kita jual teknologinya ke mereka, jadi mereka pasang ke setiap mobil biar nggak ada kecurangan atau apa,”ujar Rian. “Selain telemetri, kita juga udah mulai riset sistem auto pilot yang bisa digunakan dalam keadaan macet,”imbuhnya.

Mobil Listrik Android UASC Kaliurang Unisi saat ini menjadi UKM yang dibawahi oleh rektorat. Oleh karena itu, secara pendanaan mereka memeroleh dari rektorat secara langsung. Selain itu, menurut Rian Tim Mobil Listrik UASC juga sudah mendapat sponsor dari Patrajasa dan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Sementara itu, secara organisasi, Mobil Listrik UASC sebenarnya bukan UKM yang dikhususkan untuk mahasiswa Fakultas Teknologi Industri saja, akan tetapi setiap mahasiswa UII, dari fakultas manapun, boleh bergabung dengan UKM tersebut. “Kita pengen setiap fakultas bisa terlibat ke tim kita, karena secara manajemen organisasi kita masih belum bagus, jujur kita lebih fokus ke teknologi makanya kita butuh mahasiswa dari manajemen dan lain sebagainya,” pungkas Rian. (Sulkhan)

 

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *