Memikirkan Nasib Student Goverment UII

Reporter: Firda Mahdanisa, K.A. Sulkhan, Mu’adz Hafidzudin

(Kampus Terpadu, 21/03/2017) Departemen Keilmuan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, menyelenggarakan sebuah acara forum diskusi bertajuk “Reposisi Bergaining Position KMUII” pada Selasa malam (20/03/2017), tepatnya pukul 19:00 WIB, di Gedung Kuliah Umum Universitas Islam Indonesia. Forum yang dihadiri oleh berbagai elemen mahasiswa ini diselenggarakan guna mengkaji berbagai permasalahan-permasalahan yang ada di dalam tubuh Student Government UII sekaligus meninjau kembali arah dari sistem pemerintahan mahasiswa tersebut.

Mantan Wakil Rektor III, Abdul Jamil, hadir sebagai salah satu pembicara bersama dengan dua petinggi dari Lembaga Mahasiswa tingkat Universitas yang masih aktif, yakni Muhammad Petra Wijaya (Ketua Dewan Permusyawaratan Mahasiswa UII periode 2016/2017) dan Indra Putra Nugraha (Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa UII 2016/2017). Selain mereka, hadir pula mantan ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa UII Periode 2015/2016, Dhimas Panji Wira Atmaja, serta  Ibrahim Malik, peraih gelar Mahasiswa Berprestasi UII 2015.

Ada beberapa hal yang dibicarakan seputar Student Government dalam forum tersebut. Salah satunya ialah pemaknaan keliru mengenai kesetaraan jabatan dalam Bergaining Position Lembaga Mahasiswa yang sebetulnya, seperti disampaikan Abdul Jamil, lebih kepada garis koordinasi antara pihak rektorat dengan pihak Lembaga Mahasiswa dalam menjalankan tugas mereka masing-masing. Selain itu, beberapa pandangan dan kritik juga dilayangkan sejumlah mahasiswa dalam forum, seperti butuhnya pembaharuan dalam tubuh Lembaga Mahasiswa sampai dengan mempertanyakan ideologi yang dianut sebagai landasan dalam menentukan arah Student Government UII.

Setelah forum diskusi tersebut selesai, Abdul Jamil berkomentar bila Student Government UII mengalami penurunan kinerja selama beberapa tahun terakhir ketika ia memegang jabatan Wakil Rektor.

“Iya, tahun 2015 turun, 2016 lebih turun lagi,” Ujar Mantan Wakil Rektor III tersebut kepada tim LPM Kognisia ketika diwawancara. “Padahal saya selalu menghimbau agar mereka melakukan perubahan-perubahan pada sistem mereka,” lanjutnya.

Menurut Abdul Jamil, di samping harus melakukan berbagai pembaharuan dalam tubuh internalnya sendiri, saat ini sudah saatnya Lembaga Mahasiswa di UII bersinergi dengan organisasi-organisasi yang memiliki orientasi dalam pengkaderan seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

“Ini saatnya bekerja sama dengan mereka yang memiliki konsentrasi menggodok pengkaderan mahasiswa,” tambahnya.

Menanggapi pernyataan Abdul Jamil, Muhammad Petra Wijaya selaku ketua DPM UII periode 2016/2017 menyatakan bahwa dirinya tidak ingin terlalu banyak berinovasi dulu. Petra menegaskan jika yang harus dilakukan saat ini ialah menjalankan tiga fungsi Lembaga Mahasiswa, yakni fungsi controling, legislasi, dan budgeting secara lebih maksimal lagi. Sebab menurutnya sistem di Lembaga Mahasiswa UII masih bagus, tinggal pelaksanaannya saja.

“Haluan kerja kami sama dengan tahun sebelumnya, karena memang pelaksanaan fungsi-fungsi tersebut belum maksimal. Kami tidak mau langsung berubah,” tegas Petra.

Meski begitu, Petra sependapat dengan Abdul Jamil mengenai penguatan relasi dan kolaborasi antara pihak Lembaga Mahasiswa, rektorat, maupun seluruh elemen mahasiswa di UII.

“Kita akan membuat komunikasi yang lebih intens lagi,” tutupnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *