Demi Tingkatkan Minat Baca Mahasiswa, LEM FPSB Sediakan Perpustakaan

Reporter: Karel Fahrurrozi

(Kampus Terpadu, 25/03/2017) “Keinginan menambah minat membaca sekaligus berbagi pengetahuan di kalangan mahasiswa,” inilah semangat yang mendasari Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (LEM FPSB), Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, ketika mulai menjalankan program Perpustakaan LEM FPSB, Selasa (14/03/2017). Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Azeem Nur, selaku Kepala Divisi Kajian dan Penilitian LEM FPSB periode 2016/2017.

Inisiatif membuat Perpustakaan LEM FPSB, menurut keterangan Azeem, sebenarnya baru dicanangkan sejak libur semester kemarin. Sementara langkah awal dalam menjalankan program perpustakaan ialah dimulai dari mengumpulkan buku yang disumbangkan secara sukarela oleh para anggota LEM FPSB sendiri.

“Kita meminta anak-anak LEM untuk menyumbangkan buku-buku yang nggak terpakai tapi masih layak untuk dibaca. Sekitar tanggal 5 Maret buku sudah banyak terkumpul dan langsung kita beri label,” ujar Azeem.

Azeem menuturkan ada dua sistem yang dijalankan dalam pengelolaan program Perpustakaan LEM FPSB. Pertama, perpustakaan yang diletakkan di Kantor Lembaga Bersama FPSB dan kedua ialah perpustakaan keliling yang rencananya akan beroperasi di tiap student area yang ada di FPSB. Mengenai penyebaran informasi terkait perpustakaan tersebut, Azeem mengatakan bahwa pihak LEM hanya mengandalkan dua cara, yakni melalui mulut ke mulut dan sosial media.

Sayangnya, antusiasme mahasiswa FPSB mengenai program Perpustakaan LEM tersebut, saat ini masih tergolong rendah. Hal itu  disampaikan oleh Hasna Hastyarni, Staff Divisi Kajian dan Penelitian LEM FPSB periode 2016/2017. Menurut pendapat Hasna, berdasarkan pengalamannya ketika bertugas menjaga perpustakaan keliling di area Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, banyak mahasiswa yang kelihatan masih menjaga gengsinya sehingga menyebabkan rendahnya minat terhadap Perpustakaan LEM FPSB.

“Sekarang gengsi memang yang paling sulit dikalahkan, mungkin mereka kepengen buat datang, tapi karena gengsi itu tadi mereka jadi urung buat datang kesini (perpustakaan),” keluh Hasna.

Namun Hasna tak memungkiri bila rendahnya minat mahasiswa terhadap Perpustakaan LEM FPSB juga lantaran kurangnya penyebaran informasi dari pihak LEM. Sehingga banyak mahasiswa yang belum tahu.

Meski begitu, Akmal Maulana Luthfi Ridlo Sanggusti, Ketua LEM FPSB periode 2016/2017, menaruh harapan besar terhadap perpustakaan tersebut. Sebab menurutnya, dengan adanya perpustakaan, akan banyak ilmu-ilmu bermanfaat yang diperoleh sehingga dapat diamalkan secara luas. Di sisi lain, pria yang akrab disapa Akmal ini pun berharap agar pihak Dekanat sendiri dapat membantu dalam pengadaan buku-buku, sehingga buku yang ada di perpustakaan nantinya bisa lebih variatif.

“Kita sangat berharap pihak Dekanat  dapat membantu salah satu program kita ini, seperti halnya pengadaan buku maupun penyebaran informasi, dan juga kita berharap Perpustakaan LEM FPSB ini dapat menjadi Perpustakaan khusus yang menyediakan berbagai jurnal-jurnal prodi yang ada di fakultas ini,” ungkapnya.

Saat ini Perpustakaan LEM yang berada di Kantor Lembaga Bersama FPSB sudah bisa diakses oleh para mahasiswa, sementara untuk program perpustakaan  keliling, pihak LEM, sebagaimana disampaikan Azeem, masih menentukan hari yang strategis untuk mulai beroperasi lagi. Selain itu, LEM FPSB juga masih mengandalkan sumbangan buku dari para anggotanya maupun mahasiswa umum yang bersedia guna menambah koleksi perpustakaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *