Lama Tak Pentas, Begini Kabar Teater Tenun dari FPSB

 

(Kampus Terpadu, 27/05/2017) Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB), Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, merupakan salah satu fakultas yang memiliki ragam kategori komunitas. Ada komunitas yang konsen di bidang olahraga, ada yang konsen di bidang kajian, diskusi, kesenian, menulis dan lain sebagainya. Diantara kategori-kategori komunitas tersebut, Teater Tenun merupakan satu-satunya yang mewadahi minat para mahasiswa terhadap seni teatrikal di FPSB.

Diprakarsai oleh sejumlah mahasiswa Ilmu Komunikasi pada tahun 2014, Teater Tenun pernah mewarnai beberapa event di UII, sebut saja seperti  Communiaction Artcademic Project 2015, Sabtu Ndalu, dan terakhir Hysteria 2016. Akan tetapi, sejak pentas terakhir mereka di Hysteria, Teater Tenun seolah hengkang dari dunia panggung teatrikal FPSB hingga kemudian beredar kabar bahwa mereka memutuskan vakum.

Ghea Monalisa, Sekretaris Teater Tenun, membenarkan kabar tersebut. Saat ditemui tim LPM Kognisia, mahasiswi jurusan Psikologi angkatan 2014 ini tak memungkiri jika Teater Tenun sedang dalam keadaan vakum.

“Banyak faktor kenapa kita memilih untuk vakum. Salah satunya kita kekurangan anggota cowok, dan setiap kita latihan yang datang cuma pengurusnya saja,” ungkap  Ghea Monalisa.

Ghea menuturkan, pada awalnya anggota dari Teater Tenun sendiri terbilang cukup banyak. Namun seiring dengan perjalanan waktu, anggota mereka terus berkurang. Menurutnya, penyebab kurang aktifnya anggota-anggota Tetaer Tenun, diantaranya karena mereka merupakan mahasiswa yang berbeda-beda jurusan, terlebih sebagian besar anggotanya adalah angkatan 2014 yang mulai disibukkan dengan tugas kuliah masing-masing.

Hal serupa juga disampaikan oleh Miftahul Ikhsan, Ketua Teater Tenun sendiri. Menurut Ikhsan, akan sulit melanjutkan kelangsungan hidup Teater Tenun karena kesibukan para anggota-anggotanya. Sebab  mereka tidak punya cukup waktu untuk berkumpul dan melaksanakan latihan.

“Kita cukup rutin dalam mengadakan latihan, apalagi kalo udah dapat job. Tapi makin kesini kita makin susah dapat waktu buat ngumpul,” Keluhnya.

Selain itu, Ikhsan mengungkapkan banyak mahasiswa yang ikut teater sekedar hanya ingin ‘mengartiskan’ diri saja. Sehingga kebanyakan mereka tidak mau tahu soal proses yang harus mereka jalani di teater tersebut.

Meski begitu, di tahun 2017 ini  Ikhsan berkomitmen akan melepas status vakum Teater Tenun dan memulai open recruitmen untuk anggota baru. Dengan begitu Ikhsan berharap nantinya Teater Tenun dapat terus bertahan dan berkembang. Sebab ia dan para anggota Teater Tenun sendiri, khusunya angkatan 2014, sebelumnya telah bercita-cita menyelenggarakan teater tunggal di Taman Budaya Yogyakarta.

“Kita sudah punya rencana untuk hidup kembali dan cari anggota baru. Soalnya, kita anak-anak angkatan 2014 itu punya cita-cita dan harapan, yaitu kita ingin punya pertunjukan tunggal, dan kalau bisa di Taman Budaya Yogyakarta,” kata pria yang kerap disapa Icun ini. (Karel Fahrurrozi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *