Memaknai Arti ‘Mahasiswa’ Melalui Stadium General

Gedung Kahar Mudzakir hari ini (Rabu,30/8/2017) kembali terlihat ramai dengan aktivitas ospek mahasiswa/i baru. Kali ini ospek dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) yang bernama SERUMPUN menggunakan Gedung Kahar untuk acara Stadium General yang berlangsung dari pukul 09.10-11.10 WIB.

Mengusung tema, “Membentuk Insan Ulil Albab yang Progresif dan Menumbuhkan Jiwa Sosial yang Berbudaya”, Stadium General kali ini mendatangkan tiga orang pembicara. Ketiganya ialah Edy Heri Suasana Selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Jaan Pamuji selaku General Manager Energy Center (Alumni FPSB UII), dan Haris Nur Ali yang juga merupakan alumni FPSB UII yang mendapatkan beasiswa pascasarjana Erasmus di Spanyol.

Raditya Adipramono (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris) selaku moderator menekankan hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan generasi masa depan melalui pendidikan karakter diri. Jaan Pamuji juga senada dengan Radit, ia menyampaikan beberapa kalimat pendongkrak semangat bagi para mahasiswa baru agar lebih fokus dalam menjalani segala sesuatu. “Mahasiswa itu berbeda dengan siswa, apa perbedaan kalian dengan orang orang pekerja? Kita harus expert dalam satu bidang, ketika kalian tidak fokus dengan apa yang kalian lakukan kalian akan kesulitan dalam menjalaninya untuk mencapai tujuan”, tegas Jaan.

Di pertengahan materi, Jaan juga menyinggung perihal mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus agar disamaratakan dalam hal pendidikan. Ia menegaskan jika pendidikan harus menerapkan konsep kebersamaan dan harus saling menghormati dalam meghadapi persaingan global.

Berkaitan soal mahasiswa, Haris Nur Ali berpendapat bahwa menjadi mahasiswa yang mandiri tentu akan lebih baik. “Menjadi mahasiswa yaitu menjadi mandiri, lebih baik menjadi sedikit berbeda”, ungkap Haris. Sedangkan menurut Raditya Adipramono, seorang mahasiswa harus memiliki moral, optimism yang tinggi dan mau belajar terhadap segala sesuatu ia menegaskan lagi bahwa mahasiswa harus cave worker, yaitu mempunyai moral, optimisme yang tinggi, learning person dan mencipta keselarasan.

Terakhir, Hesa Chikita, mahasiswa baru Psikologi UII cukup mengapresiasi acara ini karena menurutnya tiga pembicara tersebut mampu menyampaikan topik yang sangat memotivasi. “Memotivasi banget topiknya hari ini, pembicaranya beneran keren, jadi pengen kayak bapak-bapaknya”, pungkasnya. (Zahro, Merlina)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *