UII Print Sepi Peminat, Kepala BSI: “Jangan Jadi Mahasiswa Ignorant!”

(Kampus Terpadu, 11/10/2017) Universitas Islam Indonesia (UII) menghadirkan sebuah fasilitas baru di lingkungan kampus yang disebut UII Print. UII Print terdiri dari 15 unit mesin cetak laser berbasis jaringan internet (14 melayani cetak hitam putih dan 1 warna). Fasilitas tersebut mulai ada sejak Agustus 2017 dan dikelola oleh Badan Sistem Informasi Universitas Islam Indonesia (BSI UII).

Kepala BSI, Fathul Wahid, mengatakan 15 unit mesin print tersebut disewa dari sebuah perusahaan bernama PT. Elsisco Prima Karya dengan harga sewa mencapai sekitar 2,8 juta per mesin untuk setiap bulannya

Fathul menjelaskan UII Print merupakan salah satu bentuk upaya kampus dalam memberikan pelayanan lebih terhadap civitas academica-nya. “Kita ingin kampus kita beberapa langkah lebih maju dari kampus lain, makanya kita memberi layanan lebih ke seluruh UII, ya dosen, mahasiswa, karyawan,” kata Fathul.

Mengenai pedoman penggunaan serta tarif layanan UII Print, pihak UII sudah mempostingnya di website uii.ac.id. Selain itu, menurut Fathul, BSI juga sempat melakukan sosialisasi melalui akun Gmail UII. Namun Fathul menyayangkan karena hingga saat ini mahasiswa yang mau menggunakan UII Print masih sedikit. Padahal BSI sudah memberikan voucher 1000 rupiah per mahasiswa secara cuma-cuma agar mereka bisa mencoba fasilitas tersebut.

“Seribu rupiah kali mahasiswa dua puluh tiga ribu saja dua puluh tiga juta to? Nah untuk voucher saya sudah keluar dua puluh tiga juta,” ujar Fathul.

Dengan segala inovasi modern yang diberikan UII, lanjut Fathul, mahasiswa harusnya lebih siap menjadi warga global masa depan. “Jangan ignorant (masa bodoh), sukanya dilayani saja tapi tidak mau melayani diri sendiri, kita kan mau jadi kampus modern,” katanya.

Saat ini, fasilitas UII Print masih dalam tahap percobaan. Fathul mengatakan jika animo mahasiswa terhadap pengunaan UIIprint meningkat, maka jumlah unitnya akan ditambah. Sebaliknya, jika animo mahasiswa selama beberapa waktu ke depan masih tetap rendah, maka UII Print tersebut akan dipindahkan ke kantor UII.

Feriyanto, Kepala Urusan Sistem Informasi Manajemen dan Akademik Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) UII, berpendapat UII Print akan memberi kemudahan kepada mahasiswa karena siapapun bisa melakukan pemesanan print darimana saja via internet. Selain itu, tambah Safrul, toner UII Print juga memiliki kualitas bagus.

“Tonernya itu original, asli, jadi makanya agak mahal dibanding tempat lain,” kata Safrul.

Tanggapan Mahasiswa

Beberapa mahasiswa mengaku masih belum tahu informasi lengkap tentang UIIPrint serta bagaimana mekanismenya. Seperti Muhammad Abyanda Tamaza, mahasiswa Teknik Informatika UII angkatan 2017. Abyanda mengatakan dia belum pernah memakai UIIPrint. Abyanda mengaku hanya pernah mendengar dari salah seorang dosen.

“Saya dengar kalau untuk mahasiswa dibatasi, mungkin antara 10 sampai 20 sheet,” ujar Abyanda.

Ketidaktahuan serupa juga diungkapkan oleh Dewi Nofitasari, mahasiswa Teknik Kimia UII 2017. “Kalau tidak salah UII Print itu cuma gratis buat dosen, mahasiswa tetap bayar cuma mungkin ada potongan harga sepertinya, tapi susah digunakan, ribet,”pungkasnya.

(Aisyah Anggraini, Hesa Chikita, Revri Hanura)*

*Reporter Adalah Magang Kognisia 2017

 

Ilustrasi Foto Fathul Wahid Oleh: Bang Sat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *