Berperang Menangkal Bala

(Lombok, 17/03/2018) Pada tanggal 16 Maret 2018, dua kubu pemuda, dari banjar Negarasakah dan banjar Sweta berkumpul di dua sudut berbeda.

Ditangan mereka seikat daun kelapa kering (Bobok),  telah tergenggam erat.
Kedua kubu pemuda ini tengah bersiap untuk melaksanakan perang bobok. Perang bobok merupakan perang yang bersenjatakan bobok yang disulut dengan api untuk saling memukul. Ini merupakan tradisi turun temurun umat hindu Lombok yang dilaksanakan sehari sebelum merayakan hari raya Nyepi.
Perang ini bertujuan untuk mengusir ‘Bala’ dan arwah jahat di muka bumi. Perang bobok diakhiri dengan saling berjabat tangan dan berangkulan antar kedua kubu.
Foto: M. Rizal Purnawan
Bersiap menunggu lawan berperang (Foto: M. Rizal Purnawan)

Bobok atau daun kelapa kering diberi minyak tanah. (Foto: M. Rizal Purnawan)
Bobok atau daun kelapa kering diberi minyak tanah. (Foto: M. Rizal Purnawan)
Menyerang! (Foto: M. Rizal Purnawan)
Api yang membara di tangan yang siap menyerang. (Foto: M. Rizal Purnawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *