Sambut Milad Fakultas, LEM FPSB Selenggarakan Acara Bertema Lingkungan  

Yogyakarta (26/03/2018) Dalam rangka milad Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) sekaligus memperingati hari air sedunia, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) FPSB menyusur sungai Desa Wisata Pulesari untuk dibersihkan dan ditanami pohon sepanjang hilirnya. Kegiatan yang dinamai BERLIN (Bersih Lingkungan) ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dari FPSB, tapi juga dari fakultas lain yang semuanya berjumlah sekitar 25 mahasiswa yang dipandu warga setempat.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu (24/03/2018) ini dimulai dari pukul 09.00 WIB. Bertempat di Desa Pulesari, Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Desa ini berjarak sekitar 30 menit dari Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII). Jalan menuju desa ini dipenuhi dengan kebun salak dan jalan yang menanjak cukup curam. Acara bertemakan “lestari airku, lestari alamku, sehat bumiku” ini bertujuan untuk mengajak para mahasiswa bertadabbur alam. “Tujuan acara ini untuk menjalankan fungsi dan proker kita, sekaligus bertadabbur alam. Tadabbur alam ya seperti ini, menanam pohon, membersihkan sungai,” tutur penanggung jawab acara, Mu’af Saidi. Menurutnya, orang pintar itu bukanlah orang yang hanya belajar di kelas, tapi juga peduli dengan lingkungan.

Para peserta ini menyusur sungai kurang lebih sepanjang 1.5 KM, menurut keterangan warga yang memandu. Sepanjang sungai itu airnya nampak jernih, walaupun ada beberapa sampah yang mengotori dan kemudian diangkat oleh para peserta. Namun, alasan lokasi ini dipilih karena panitia melihat sungai di daerah tersebut sangat kotor dan butuh penanganan. Menurut Muáf selaku penanggung jawab acara mengatakan bahwa sungai-sungai yang ada di sekitaran UII sudah relatif bersih dan masyarakatnya memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga sungai. Sebelumnya panitia sudah melakukan survey di sungai Degolan dan Candi Rejo, namun semuanya bersih. Oleh karena itu, mereka tidak lagi menjadikan sungai di sekitaran UII sebagai opsi untuk susur sungai.

Selain itu, desa tersebut sedang dalam tahap perintisan sebagai sebuah desa wisata. Oleh karena itu, lanjut Muáf, sembari membersihkan lingkungan, mereka juga ingin turut serta berkontribusi dalam pelaksanaan wacana tersebut. “Harapannya ini sebagai langkah awal yang akan berkelanjutan di Desa Pulesari. Maksudnya ketika kita punya kegiatan yang sama, kita bisa mengadakan lagi di desa tersebut,” tutupnya.

Saat para peserta tengah sibuk menanam bibit pohon, dua orang dosen tiba-tiba hadir. Mereka adalah Ali Minanto dan Muthia, keduanya merupakan panitia pelaksana Milad FPSB, Ali sebagai ketua pelaksana. Tujuan kedua dosen tersebut yaitu untuk memantau kegiatan susur sungai itu. Sebab, acara itu merupakan salah satu rangkaian dan sekaligus pembuka acara Milad FPSB 2018.

Pasalnya ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam menyambut ulang tahun FPSB, seperti Festival anak-anak, lomba Pildacil, Juz Amma, Fashin Show, lomba olahraga, cerpen bahasa inggris dan sebagainya. Pada tahun ini, Ali mengaku ingin melibatkan seluruh komponen yang ada di FPSB, termasuk mahasiswa. Oleh karenanya, beberapa rangkaian kegiatan Milad FPSB dilaksanakan melalui kerjasama dengan mahasiswa, seperti susur sungai yang sedang berlangsung ini.

Acara Milad ini mengusung tema “membabat sekat membebat erat mengikat hangat”.  Acara ini, menurut Ali, juga salah satu cara meluruhkan jarak dan membabat sekat antara mahasiswa dan alam. “ini juga merupakan bagian dari kepedulian mahasiswa kepada alam, lingkungan, khususnya pada air.” Ia menganggap bahwa ini juga salah satu bentuk pengabdian pada alam, karena alam yang baik akan berefek baik pula bagi umat manusia. “Alam merupakan investasi masa depan,” tuturnya. Oleh karenanya, menanam pohon, menurut Ali juga salah satu bentuk menanam masa depan. (Mirza Iqbal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *