KEMBALI AKTIF, MAPALA UNISI BELUM SEPENUHNYA BEBAS

(Kampus Terpadu, 30/5/2018) Terhitung hingga bulan Mei, Pembekuan sementara Mapala Unisi sudah berjalan selama 1 tahun lebih. Pembekuan yang dilakukan demi menjaga stabilitas organisasi dalam lingkup Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia ini mulai berakhir dengan adanya rekomendasi dari Rektorat dan juga DPM U, dengan melakukan pengaktifan kembali atau pencairan Mapala Unisi yang dilaksanakan di Gedung Rektorat UII.

Pencairan Mapala Unisi ini berdasarkan sarahsehan antara pihak DPM U dan rektorat yang dilakukan pada 7 Desember 2017 dan juga 10 April 2018, tentang pembekuan Mapala. Penyerahan berkas-berkas perbaikan Mapala Unisi, seperti berkas SOP, ADRT, garis besar haluan, organisasi, dan sebagainya disampaikan pada 20 April 2018. “Sejak itu, kami DPM U bersama tim evaluasi mapala mengkaji berkas berkas tersebut, apa yang perlu diperbaiki, apa yang perlu ditambahkan, dan kita pun studi banding ke UKM Mapala lain, setelah itu kita meminta masukan dari mapala profesional, sehingga kami DPM U menyimpulkan membuat rekomendasi yang telah dibacakan tadi” ujar salah satu perwakilan DPM U.

Mapala, yang saat ini sudah aktif tetapi mengalami masa percobaan paling lama 2 tahun ini diizinkan untuk melakukan beberapa kegiatan, seperti perbaikan yang sifatnya internal, kegiatan-kegiatan sosial, dan juga kegiatan tanggap bencana. Kegiatan outdoor atau yang berhubungan langsung dengan alam bebas saat ini belum diizinkan mengingat SOP dan segala macamnya perlu penyesuaian.”Karena outdoor itu memerlukan aturan-aturan yang sudah jadi dulu. Itu dibuat pada saat masa percobaan”. Pihak DPM U juga menginginkan adanya tim SAR Mapala Unisi dan melakukan pelatihan terhadap para anggota agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.” Mahasiswa pecinta alam pada umunya adalah mencintai alam sewajarnya. Jika ada bencana alam itu adalah tugas dari SAR. DPM U mengetahui dasar di mapala unisi. Sekarang SAR Unisi sendiri dikhusukan dalam sebagai bidang agar diberi perhatian khusus agar ketika menolong korban tidak menjadi korban. Itu juga berdasarkan penelusuran kami bahwa pecinta alam dan SAR itu terpisah.”Tambah anggota DPM U.

Selain kegiatan-kegiatan Mapala Unisi yang dibekukan, dan kemahasiswaan pun tidak luput dari pembekuan dan sampai saat ini belum menyentuh titik terang. “Dulu itu dibekukan kegiatan dibekukan, keuangan juga dibekukan. Setelah dicairkan kegiatan beberapa sudah boleh. Tetapi untuk keuangan belum bisa saya sampaikan disini karena belum ada keputusan institusi”. Tutur salah satu anggota DPM U.

Untuk regenerasi alur organisasi Mapala Unisi selama masa percobaan, Mapala Unisi sudah mulai memikirkan persoalan Open Recruitment yang sejatinya masih menunggu Musyawarah Istimewa Mapala Unisi, “Untuk mengenai recruitment, seperti yang diketahui mapala dibekukan, kita harus melakukan terlebih dahulu musyawarah istimewa, segala sesuatu yang akan dilaksanakan akan kita sepakati di musyawarahi istimewa”.

Masa percobaan yang ditargetkan 2 tahun ini diharap bisa lebih cepat berakhir. DPM U juga merasa pihak Mapala Unisi mampu mengembalikan nama MapalaUnisi yang sempat tercoreng,” Sudah beberapa kegiatan selama mapala dibekukan seperti silaturahmi dengan lembaga yang sudah dirugikan. “Kita dari Mapala unisi mulai hari ini, dengan kejadian kemarin, itu sebagai pembelajaran kita, dijadikan juga perbaikan bagi kita.”, Ujar Reza perwakilan Mapala Unisi yang juga menutup Press Conference Pencairan Mapala Unisi kali ini. Ainun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *