(Yogyakarta, 15/7/2018) Penangkapan pelaku terrorisme terjadi di Jalan Kaliurang Kilometer 9.3 , Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (14/7) sekitar pukul 17.15 WIB yang melumpuhkan pelaku teroris oleh Tim Densus 88.
Akses jalan pun ditutup dari sekitar pukul 17.15 – 21.00 WIB. Kemacetan pun tak terhindarkan sampai Jalan Kaliurang Kilometer 10. Menurut salah seorang saksi mata yang kebetulan melintasi jalan tersebut mengatakan bahwa “Saat saya hendak pergi ke Gejayan melewati depan Pukesmas Ngagilk selatan Gentan itu tiba-tiba macet, saya kira ada acara di Kantor Kecamatan tapi kok banyak polisi yang membawa laras panjang di tengah jalan dan ada 1 orang terbaring memakai baju hitam awalnya saya kira itu kecelakaan ternyata bukan. Setelah itu salah satu polisi yang membawa laras panjang menghimbau untuk para pengendara jalan berbelok kearah kiri,” Muhammad Fariz Mar’ie (21).
Saksi lainnya yaitu KH (25) mengatakan bahwa dia tidak diperkenankan keluar dari zona tersebut saat sedang makan di sebuah warung penyetan “Saya kan lagi makan yaa terus nggak dibolehin keluar dan ada beberapa aksi penembakan, boneka Vivo pun ikut tertembak yang menyebabkan ada bagian bawah yang kempes”.
Pada saat kejadian berlangsung ada salah satu laki-laki pengendara mobil yang merekam aksi penangkapan menggunakan gadget pribadinya namun dikarenakan jarak yang sangat dekat, polisi pun meneriaki laki-laki tersebut untuk menghapus rekamannya. Saksi lainnya yang berada di tempat terjadinya perkara (TKP) ini mengatakan bahwa “Aksi penangkapan terorisme ini sebenarnya adalah aksi pengejaran dari arah utara, namun titik penangkapannya ada di Kilometer 9,” kata Penjaga Toilet SPBU Ngaglik berumur sekitar 24 tahun dan enggan untuk menyebutkan namanya.
Senada dengan Penjaga Toilet SPBU Ngaglik, Polisi Sektor (Polsek) Ngaglik yang bernisial D mengatakan bahwa aksi ini bukanlah perampokan namun aksi penangkapan pelaku terorisme yang memang diincar sebelumnya.

Pelaku terorisme ini sempat menodong senjata kepada supir truk yang lewat dan menabrakan truk kerumah-rumah lalu pelaku juga mengalungkan clurit kepada warga sekitar (ibu-ibu) “Kan sebenarnya itu adalah pelaku terorisme dari luar Jogja namun ingin tinggal di sini, nah untuk mencengah hal-hal yang tidak diinginkan maka kami mengantisipasi untuk melakukan penembakan terhadap pelaku terorisme, untungnya terorisnya kan ngak bawa bom dan untuk situasi sekarang beberapa polisi berjaga-jaga di beberapa titik untuk memberikan rasa aman kepada pengguna jalan dan warga sekitar,” tutupnya. (Merlina Rahma Hati)
Foto : KH
Reporter : Karel Farurozi, Dini , Merlina R.H
Editor : Suci Yolianda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *