Kontroversi Organisasi Eksternal. Ilham: DPM itu Netral!

            (Kampus Terpadu, 14/08/2018) Pada hari ini, Pra-PESTA telah dimulai sebagai persiapan penyelenggaraan PESTA UII 2018 yang akan berlangsung di dua hari kedepan. Ada banyak rangkaian acara yang diselenggarakan oleh pihak panitia pada hari ini, mulai dari Social Project hingga pelaksanaan koreografi dengan berbagai macam koreografi yang ditampilkan, mulai dari logo UII, logo Asian Games, dan mengenai pembebasan palestina. Akan tetapi, salah satu dari koreografi yang sedang dilatih menarik banyak perhatian yakni dibentangkannya 2 tokoh besar dari UII, yaitu Mohammad Hatta dan Lafran Pane. Hal ini ditenggarai dikarenakan nama Lafran Pane dikenal sebagai pendiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Sempat muncul isu jika dengan dibentangkannya koreografi tersebut, seakan meperlihatkan UII yang lebih condong terhadap organisasi tersebut. Hal tersebut membuat beberapa jurusan dikabarkan berencana menarik “adik-adik tingkat” mereka dari kegiatan tersebut. Ini seakan menjadi rentetan lanjutan setelah sebelumnya mahasiswa UII sempat digegerkan dengan kejadian yang terjadi saat kuliah perdana kemarin (13/08), dikarenakan terbentangnya spanduk HMI, terpajangnya poster singkat di Videotron, hingga adanya stand HMI sejajar dengan organisasi lain yang berada di lingkungan internal kampus UII.

Menanggapi hal tersebut, Ilham Prakas Karlesta perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa UII yang merupakan anggota komisi 1 DPM UII, membuka suara mengenai hal tersebut.

 

Kuliah Perdana

Kuliah Perdana merupakan agenda wajib yang selalu diadakan oleh pihak kampus untuk menyambut mahasiswa baru. Biasanya diisi oleh materi yang disampaikan oleh rektorat hingga adanya pembicara tamu yang diundang ke acara ini, seperti pada tahun ini yang mengundang M. Fajrin Rasyid, Co-founder dan President Bukalapak. Ada juga stand yang ingin mengenalkan LK yang ada di UII, akan tetapi yang menjadi masalah ialah terlalu menonjolnya Lembaga Eksternal di lingkungan kuliah perdana tersebut.

Ilham sendiri menanggapi bahwa semua hal mengenai kuliah perdana diurus langsung oleh pihak Rektorat, DPM-U sama sekali tidak memiliki kuasa disana, “Sebagai DPM saya tidak diberi lahan untuk aturan tersebut.” Dengan itu, segala keputusan dalam acara kuliah perdana, semua murni dari Rektorat tanpa ada campur tangan dari DPM-U.

Ia turut menegaskan bahwa ia tidak tau pasti akan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi saat kuliah perdana tersebut, mulai dari peraturan-peraturan yang ada mengenai Lembaga Eksternal, dan yang lainnya.

“Kejanggalan yang ada disini tentu keluar dari adanya peraturan yang ada, aturannya kuliah perdana seperti apa tentang tidak boleh adanya eksternal di dalam kulper saya tidak mengerti tentang itu. Kami tidak tau jelas tentang kejanggalan-kejanggalan yang terjadi, untuk informasi lebih lanjut bisa silahkan ditanyakan langsung kepada pihak rektorat,” ucap Ilham saat ditemui di Ruang Tamu Sekretariat LEM UII.

Suasana latihan koreografi yang diselenggarakan siang ini (14/08/2018).

 

 

Koreografi PESTA UII 2018

Koreografi merupakan sisi terunik dari setiap ospek yang diadakan, banyak kampus yang berlomba-lomba untuk menunjukkan koreografi siapa yang terbaik. Turut halnya UII, mereka juga melakukan serangakaian koreografi unik. “Koreografi yang ditunjukkan ada cara mensupport Asian Games, turut mendukung kebebasan palestina, memberikan ucapan Dirgahayu Indonesia, logo UII, dan juga sketsa wajah Bung Hatta dan Lafran Pane.” lanjut Ilham.

Koreografi ini turut disukseskan oleh Brigata Curva Sud UII (BCS UII), yang merupakan supporter klub kenamaan Indonesia, PSS Sleman. Dengan bantuan mereka, koreografi yang ditunjukkan berbeda dengan yang biasanya, yaitu mereka melakukan koreografi tiga dimensi atau 3D.

“Dalam koreografi, DPM-U bekerjasama dengan BCS UII, yaitu supporter PSS Sleman, ini juga karena kita berada diwilayah sleman. BCS UII termasuk sebagai guest star, cuman mereka mensukseskannya melalui koreografi. Yang berhubungan langsung pun hanya pihak SC dan BCS UII secara langsung, dan tidak dipublish agar menjadi kejutan. Jadi yang mengetahui tentang koreografi apa yang akan ditampilkan hanya pihak SC dan BCS UII sendiri yang tau”

Sosok Tokoh

Koreografi dijalankan di pagi hari menuju siang, dengan bantuan dari teman-teman peserta PESTA UII 2018. Mereka diarahkan menuju lapangan sepakbola UII. Koreografi berjalan dengan lancar hingga munculnya lukisan sosok-sosok tokoh yang ditampilkan dalam koreografi 3D. Tokoh tersebut merupakan Moh. Hatta dan Lafran Pane. Tentu orang-orang akan lebih berfokus kepada nama terakhir.

Menurut Ilham, tokoh-tokoh yang ditampilkan tersebut merupakan tokoh yang berpengaruh di lingkungan UII. Bung Hatta merupakan salah satu pendiri STI (Sekolah Tinggi Islam) yang merupakan cikal bakal dari UII, sedangkan Lafran Pane merupakan pahlawan nasional dari UII yang baru saja dinobatkan oleh presiden Jokowi pada Desember lalu, “Lafran Pane merupakan tokoh nasional baru, kita merasa perlu turut mempublikasikannya agar orang-orang mengetahui akan hal tersebut.”

Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah latar belakang sosok tersebut. Disamping ia merupakan ‘tokoh nasional’, beliau juga merupakan orang yang disebut juga sebagai pendiri HMI. Ilham pun menguatkan, bahwa tidak adanya kepentingan lain yang ada didalam koreografi tersebut selain branding UII dikarenakan beliau merupakan tokoh nasional yang berasal dari UII.

“Tokoh pahlawan nasional tersebut perlu di-publish kan, saya juga bertanggung jawab terhadap KM UII, tetapi tidak bertanggung jawab pada organisasi lain, karena tidak adanya kepentingan disana. Ketika ada kasus ini di organisasi-organisasi lain yang besar dikampus diluar sana, hal yang wajar adanya kecurigaan karena berbau politik. Saya kira sampai saat ini teman-teman DPM tidak ada membawa bendera dari individu masing-masing. Artinya sama semua tidak ada yang membedakan, DPM itu netral. Kami memutuskan pakai logika masing-masing, bukan demi kepentingan masing-masing,” tutupnya.

 

 

Penulis: Karel & Ai

Reporter: Adel

Foto: Lina & Dexa

Satu tanggapan untuk “Kontroversi Organisasi Eksternal. Ilham: DPM itu Netral!

  • Agustus 15, 2018 pada 3:09 am
    Permalink

    Netral? Barusan pidato ada yakusa nya hehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *