Ketua HMI Korkom UII: “Kami Tidak Mau Membalas Hujatan Dengan Hujatan”

(Kampus Terpadu UII, 15 Agustus 2018) Siang ini, akun resmi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Universitas Islam Indonesia mengeluarkan rilis pers berisi pernyataan sikap. Dalam unggahan Line akun resmi tersebut, terlampir foto surat dengan 8 pokok.

 

Lampiran Rilis Pers yang berisi pernyataan sikap HMI UII.

Terkait rilisan pers tersebut, tim Kognisia mencoba menemui Muhammad Rizqi selaku Ketua HMI Komisariat UII serta yang menandatangani rilis pers tersebut. Saat ditemui di Kampus Taman Siswa Fakultas Hukum UII, Rizqi membenarkan bahwa rilis pers tersebut benar dari HMI UII.

Perilisan tersebut, dilatarbelakangi viralnya promosi HMI di videotron UII, serta adanya stand di Kuliah Perdana diiringi banner HMI di media sosial. Menyikapi viralnya HMI akhir-akhir ini, Rizqi merasa bahwa wajar bagi setiap organisasi untuk mempublikasi tentang organisasi serta melakukan kaderisasi, dan lain-lain. Sama halnya dengan LEM, UKM, HMJ, dan organisasi lainnya yang juga berhak untuk menyambut mahasiswa baru. “Siapa yang lebih siap, dialah yang berhak pada saat itu,” lanjut Rizqi.

Ia sendiri merasa bingung dengan banyaknya mahasiswa UII yang membicarakan HMI. Walau begitu, Rizqi mengakui bahwa ia tidak masalah jika yang dibicarakan itu untuk bertanya, mengkritik, atau jika ada kader HMI yang berkelakuan tidak baik, karena baginya saling mengkritik  ialah hal yang biasa dalam berorganisasi. “Tetapi, kami dari HMI tidak melakukan apapun ketika organisasi kami dihujat, organisasi kami dicaci,  organisasi kami dimaki-maki. Berangkat dari itulah akhirnya kami ingin membuat sebuah sikap, karena sudah menganggu kepentingan umum maka akhirnya kami membuat sikap,” lanjut mahasiswa dari Fakultas Hukum tersebut. Dia sendiri juga kecewa bahwa hingga saat ini tidak ada pihak yang menghubungi dirinya, walaupun nomor ponselnya terpajang di videotron, dan justru malah memprovokasi melalui media.

Salah satu pokok dalam siaran pers tersebut yang paling menonjol ialah, HMI UII mengutuk pihak yang telah menyebarkan berita hoax, provokasi dan ujaran kebencian terhadap HMI UII. “Banyak yang bilang HMI organisasi tidak benar, haus kekuasaan, islamnya nggak benar, perizinan kami tidak sesuai prosedur. Kami sudah punya buktinya semuanya,” ungkap Rizqi.

Ia meyayangkan di era jurnalisme warga saat ini, seharusnya media dan mahasiswa bisa lebih bijak dalam bermedia. “Kami tidak mau ikut membalas semua hujatan dengan hujatan, ada yang mengancam kami tidak balik mengancam, menurut kami gerakan intelektual yang kami bangun tidak dengan seperti itu.”

Ketika diminta untuk memberitahukan siapa saja pihak-pihak yang dimaksud dalam siaran pers HMI UII, ia menolak untuk memberitahukan nama-nama pihak tersebut dan berharap pihak-pihak tersebut sadar telah melecehkan martabat HMI UII dan melakukan permohonan maaf dalam waktu 1 X 24 jam. “Itu bentuk upaya kami, walaupun kami sudah dihina dicaci dimaki, kami masih memaafkan ketika mereka masih mau meminta maaf kepada kami. Tapi kalau tidak mau meminta maaf bahkan malah makin menghardik kami, maka sebagai manusia kami masih perlu upaya setidaknya meredam isu yang viral ini. UII jadi pecah belah jadinya (karena isu ini),” ungkap Rizqi.

Rizqi sendiri mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan tim advokasi untuk mengurus permasalahan ini. Tim advokasi tersebut telah mencatat beberapa akun individu maupun anonim yang dianggap telah melecehkan HMI UII. “Setelah semua selesai selanjutnya kita akan ke Polda DIY, untuk menyelesaikan kasus ini. Karena ini delik biasa, walau sudah dimaafkan diselesaikan secara kekeluargaan kasusnya tetap akan berlanjut. Akan terus diproses hingga selesai. Makanya kita sudah mensiapkan tim hukum untuk ini,” jawabnya saat ditanya alasan adanya tim advokasi. Pasal-pasal yang akan digunakan untuk menuntut pihak tersebut ialah UU ITE, UU tentang ujaran kebencian dan provokasi.

Dengan itu, ia memperingatkan bagi setiap pihak yang merasa menyebar hoax, atau tidak dengan semestinya mengeluarkan kata-kata kasar seperti menyebut HMI dengan sebutan alat vital laki-laki dan sejenisnya. Untuk segera meminta maaf, dan dapat diselesaikan dengan secara kekeluargaan. “Setidaknya dengan menghubungi kami. Sudah cukup bagi kami,” tutup Rizqi. (Satya)

 

 

Reporter: Yunisa, Suroso

Satu tanggapan untuk “Ketua HMI Korkom UII: “Kami Tidak Mau Membalas Hujatan Dengan Hujatan”

  • Agustus 16, 2018 pada 10:50 pm
    Permalink

    Kalau membuat gaduh saja di uii , bahkan sampai berniat memperkarakan mahasiswa yang sekedar memberikan kritik , mending organisasi semacam HMI ini gak usah di izinkan lagi untuk terlibat di kegiatan pesta ataupun recruitment lembaga di dalam kampus , kalian kan punya sekretariat trus ngapain masuk ke kampus buat buka stand ?? Kalian organisasi external cakupan wilayah kalian itu luas buat nyari kader diluar sana , ngapain ngobrak ngabrik anak2 KM UII yang wilayahnya terbatas hanya di dalam kampus UII , jangan menimbulkan polemik di dalam kampus UII. Kasus Ini pembelajaran buat kita semua khususnya pihak DPM yang di beri AMANAH untuk menjaga KM UII dari ancaman dari pihak luar semacam ini dan bertindak secara profesional, awak gak mau tau dan gak mau dengar lagi ada hal2 semacam ini lagi di kampus awak. Camkan itu baik2 dek.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *