Parkir Liar, Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Parkir

(Kampus UII Terpadu, 25 Oktober 2018) Pembangunan gedung Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) di Universitas Islam Indonesia (UII) yang telah berlangsung sejak awal tahun 2018 masih dalam proses pembangunan. Beberapa kendaraan terlihat terparkir di belakang Gedung Kahar Muzakkir. Sebelum akan dibangunnya gedung baru untuk FIAI, di situ tempat para mahasiswa memarkirkan kendaraannya, namun dengan di bangunnya gedung tersebut membuat mahasiswa berpindah untuk parkir di tanah lapang tepat di lapangan belakang Gedung Auditorium Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakir.

Dominannya, mahasiswa yang parkir di lapangan itu adalah mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya (FPSB) yang memang berjarak paling dekat dibandingkan dengan fakultas lainnya. Alasan mahasiswa parkir diawali oleh situasi juga kondisi tertentu seperti proses keluar-masuk di parkiran FPSB yang lama dan mengantre, terutama ketika dalam keadaan buru-buru. Selain itu, tatanan motor yang terparkir di sana perlu menjadi tugas tersendiri, posisi motor yang kurang teratur dan jarak antar motor yang tidak pas pun tak jarang ditemui oleh mahasiswa jika memarkirkan motor di parkiran itu. Beberapa mahasiswa mengakui bahwa mereka tak terlalu sering parkir di situ, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2017 “Pokoknya kalau misalkan sebentar ga lama lagi ada kelas atau telat kelasnya, parkir di sini soalnya di sana lama, ” ujar Ilham.

                Maraknya mahasiswa yang memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat menjadi salah satu masalah yang membutuhkan perhatian khusus.  lahan parkir yang disediakan oleh pihak UII dirasa tidak cukup oleh mahasiswa,selain lahan yang penuh, sistem parkir yang memakan banyak waktu juga menjadi alasan mahasiswa untuk parkir sembarangan.

Melihat banyaknya mahasiswa yang melanggar, pihak keamanan tidak hanya berdiam diri. Berbagai tindakan telah dilakukan. Seperti penngempesan ban dan teguran secara langsung. “Tapi memang itu mungkin dari individunya masing masing,  ada yang ngeyel ngeyel . nanti kayak kucing kucingan, kalau tidak ada kita dia parkir,  kalau ketahuan kita dia pindah,” terang Sugiyarto yang bertugas sebagai Satuan Pengamanan (Satpam).  “Tapi memang tidak sepenuhnya salah mahasiswa, sistem parkir yang dirasa terlalu banyak memakan waktu juga menjadi masalah utamanya,” lanjutnya.

Parkiran UII menggunakan portal yang secara otomatis terbuka saat mendeteksi keberadaan kendaraan, proses buka tutup pintu itulah yang memakan waktu lama. “Kalau alasan mereka karena parkiran penuh, atau antre nya lama, harusnya mereka komplainnya ke bagian parkiran. Itukan parkiran dari pihak luar dulu parkiran sendiri. Jadi tinggal masuk, nanti keluar tunjukan STNK, jadi nggak kelamaan nungguin palang pintu. Padahal kan biasanya mahasiswa itu berangkatnya mepet, buru-buru. Terus karena antre parkir lama, mereka akhirnya parkir di situ,” ujar Sugiyarto.

Daerah belakang Ulil ini yang seharusnya untuk keperluan atau kegiatan lain menjadi penuh oleh kendaraan yang parkir sembarangan. Dari Rektorat memang telah memerhatikan perihal parkir liar tersebut, lalu langkah preventifnya telah menindak orang yang parkir liar dengan memberi perintah kepada satpam untuk mengempiskan dan menyuruh untuk pindah tempat parkir, Untuk selanjutnya sedang dipikirkan mengenai langkah apa yang akan diambil untuk menertibkan. (Ryan, Ima)

Reporter: Wira, Laila

Editor: Aisyah

Tulisan ini merupakan hasil karya dari Tim Magang 2018 LPM Kognisia FPSB UII.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *