Membangun Jiwa nasionalisme Bersama FPCI

 

(Kampus Terpadu, 31/10/2018) Universitas Islam Indonesia merupakan universitas islam tertua di Indonesia yang dibentuk oleh tokoh nasional dengan rasa nasionalisme yang tinggi, untuk terus melahirkan generasi-internasionalisme lainnya, salah satu prodi di Universitas Islam Indonesia berinisiasi membangun sebuah komunitas dengan visi memberikan pemahaman internasionalisme terhadap mahasiswa UII di jaman milenial seperti sekarang ini. Komunitas ini bernama FPCI, FPCI ini merupakan program kerja eksternal dari KOMAHI (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional), FPCI juga menjadi wadah analisa dan intelektual bagi mahasiswa UII. Komunitas ini masih terbilang sangat muda, karena baru didirikan pada tanggal 20 September 2018 dengan presidennya yang bernama Brandon Firman Cahyadi. Pada saat diwawancarai, Brandon menuturkan bahwa FPCI ini fokus terhadap isu isu global dan kebijakan luar negeri yang anggotanya tidak hanya dari prodi HI saja, tetapi dari seluruh jurusan yang ada di UII, menurutnya isu-isu internasional tidak melulu harus dibahas oleh mahasiswa prodi hubungan internasional  saja, tetapi penting untuk diketahui oleh semua jurusan, yang pada akhirnya pemahaman internasionalisme ini akan merata disetiap stratanya.

Menurut Dini Hamzah selaku Ketua KOMAHI menuturkan “FPCI ini merupakan komunitas di bawah naungan KOMAHI yang merupakan program kerja dari eksternal KOMAHI” Dini menambahkan bahwa FPCI ini adalah komunitas akademik yang di dalamnya disajikan kajian-kajian tentang riset, isu-isu internasional dan event yang nantinya akan memanggil narasumber dari Kementrian atau duta besar.

FPCI sendiri memiliki 5 department ,yaitu ada research and development yang bertugas untuk mereview kebijakan indoenesia selama satu tahun, dan akan mengeluarkan riset tentang isu internasional atau kebijakan luar negeri yang setiap minggu atau bulannya akan rutin keluar riset, kedua ada external and media divisi ini bertugas sebagai jaringan dan pengelolaan media, yang ketiga ada Internal development, ke empat ada finance dan yang terakhir ada event and program, untuk event and program ini bertugas menyusun acara – acara yang akan dilaksanakan oleh FPCI. Brandon menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini FPCI akan ada seminar yang diadakan di akhir periode dan juga  short diplopatic.

Masalah yang dihadapi FPCI saat ini adalah struktur yang belum jelas, ”kita pengen koordinasi ke pihak kampus untuk menetapkan struktur FPCI di bawah rektorat, dan seminimal mungkin di bawah Prodi” tutur Brandon. Dan sampai saat ini FPCI masih dalam masa penjajakan kampus guna memperjelas struktur FPCI agar bisa berada di bawah rektorat. Selain struktur yang belum jelas, masalah yang dihadapi FPCI adalah kurangnya dana, karena FPCI ini masih baru dan struktur yang masih di bawah KOMAHI, FPCI  ini tidak mendapat dana sama sekali dari kampus, dan hanya mengandalkan iuran-iuran saja.

Beberapa minggu yang lalu komunitas ini baru membuka recruitment untuk seluruh mahasiswa UII, yang sebagian besar lolos berasal dari Prodi HI dan sekitar 30-40% berasal dari Prodi lain dan belum lama FPCI mengadakan first gathering untuk para anggota baru, jadi sampai saat ini belum ada aktivitas rutin yang dilakukan komunitas FPCI ini, tetapi Brandon meyakinkan  bahwa dalam waktu dekat ini FPCI akan mengunjungi DPRD kota Yogyakarta dan berharap besar bertemu langsung dengan Sultan Hamengkubuwono X guna membahas isu – isu internasional.

Brandon berharap FPCI ini dapat mewadahi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap isu – isu global, dan juga mahasiswa dapat memahami bahwa Indonesia mampu bekerja sama di dunia internasional dan juga menitik beratkan pada kebijakan luar negeri. Dini Hamzah selaku Ketua KOMAHI sendiri menambahkan bahwa KOMAHI berharap besar terhadap Komunitas FPCI ini agar bisa menjalankan program kerja yang dirancang dan sudah diinisiasikan dari awal karena menurutnya program kerja tersebut sangat bermanfaat dan banyak memberikan keuntungan yang dapat diambil.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *