Kabar Kabar Estetik

Toko Buku Akik: Perpaduan Ruang Baca dan Toko Buku dalam Kenyamanan Artistik

Oleh: Birru Aisyah Shabrina

Toko buku lambat laun terasa enggan diminati semenjak dunia mulai beralih menggunakan media digital. Dunia yang berubah serba mudah dan praktis menjadi salah satu indikator buku menjadi cepat usang dan tidak tersentuh. Selain itu, penghematan kertas buku yang diambil dari pepohonan juga menjadi alasan pertimbangan buku mulai diminimalisir produksinya. Namun, opini-opini tersebut dapat dipatahkan dengan keberadaan toko buku yang memiliki reputasi menarik di kalangan masyarakat.

Reputasi tersebut berhasil dibangun dengan kehadiran toko-toko buku yang memiliki bangunan atau bentuk ruang dengan nuansa lama atau vintage, tetapi tetap minimalis. Hal ini menjadi daya tarik masyarakat yang kembali menyukai tren dan mode lama tahun 80-90an, terutama anak muda zaman sekarang. Melalui fenomena ini, kedudukan toko buku mulai bergulir naik sebagai salah satu tempat yang kerap dikunjungi. 

Di dalam sebuah gang di Jalan Kaliurang atas, berdiri sebuah toko buku independen yang sejalan dengan fenomena tersebut, bernama Toko Buku Akik. Toko buku ini beberapa kali menjadi destinasi bagi para pesohor tanah air saat sedang berkunjung ke Yogyakarta. Ruangan yang nyaman dengan suasana seperti rumah dan koleksi buku yang beragam menjadi daya tarik bagi para pengunjung. 

Toko buku akik merupakan sebuah toko buku yang merangkap pula sebagai ruang baca. Toko ini dibangun pada bagian lantai satu rumah yang di dalamnya tersusun rak-rak berbeda untuk buku-buku yang akan dibaca atau dijual.

 Toko buku ini dibangun oleh Tomi Wibisono pada tahun 2015 (24/3). Beliau mulai terinspirasi untuk membangun perpustakaan atau ruang baca sendiri sejak tahun 2010, setelah mengunjungi beberapa toko buku yang menurutnya memiliki suasana yang unik. Namun, toko buku ini baru dibuka untuk dikunjungi pembeli ataupun pembaca pada tahun 2018. Tomi menjelaskan bahwa pendirian toko buku akik dilakukan bukan hanya sekadar sebagai tempat jual beli buku, tetapi juga untuk menjadi tempat yang dapat menyatukan banyak orang dalam satu kebutuhan yang sama.

Toko buku yang menginspirasi berdirinya buku akik di antaranya adalah Omah Rian, C2O di Surabaya, Kineruku di Bandung, Book Actually di Singapura, dan Shakespeare & Co di Paris. Menurut Tomi, konsep dan penataan ruang menjadi poin penting ketika membangun toko buku akik agar terlihat lebih asik dan menyenangkan. Kemudian, toko buku akik sendiri mengadaptasi konsep blind date with a book ketika melakukan penjualan buku pertama mereka, yaitu kegiatan jual beli buku tanpa tahu buku apa yang mereka pilih.

Toko buku akik memiliki keinginan untuk memperbanyak koleksi buku pada perpustakaan kolektif. Koleksi awal toko buku akik dimiliki dari sering menjelajahi toko-toko buku bekas atau bekerja sama dengan toko buku lain (24/3). Seiring berjalannya waktu toko buku akik mulai berkembang menjalin kerjasama dengan para penerbit dan menciptakan ruang serta sudut baca yang manusiawi. Tatanan buku, rak, desain ruang dibuat senyaman saat membaca di dalam rumah sendiri. Selain itu, toko buku ini juga mengumpulkan benda antik seperti mesin tik yang boleh digunakan pengunjung.

Sisi lain ruangan toko buku akik disulap menjadi perpustakaan yang menyediakan banyak buku bacaan menarik. Terdapat sekitar 5000 buku yang bisa dibaca secara gratis saat mengunjungi toko buku ini. Para pengunjung dapat membaca kumpulan novel lama yang memiliki banyak seri seperti buku Harry Potter, buku-buku terbitan lama maupun terbaru, buku tentang self development, dan masih banyak lagi. Toko buku akik membuat ruang baca menjadi sangat nyaman bagi para pengunjung, dari posisi baca dengan jendela besar yang menyenangkan, penyediaan meja di tengah ruangan yang bisa digunakan oleh banyak orang, hingga halaman depan yang disulap menjadi bangku-bangku berbentuk mesin tik.

Toko buku akik dibuka setiap hari, mulai jam 10.30 hingga 17.00 WIB. Toko ini biasanya ramai dikunjungi pada saat siang hingga sore hari, terutama pada hari Sabtu dan Minggu (24/3).  Tidak hanya buku, toko buku ini juga menjual pernak-pernik buku seperti enamel pin, stiker, baju, dan totebag yang bekerjasama dengan toko lain. Ruangan yang disediakan untuk membaca atau beraktivitas pun tidak hanya terletak di dalam ‘rumah’ saja, tetapi juga tersedia tempat membaca di area terbuka seperti di pendopo rumah.

Toko buku seperti inilah yang diharapkan masyarakat agar eksistensinya tetap dikenal banyak orang. Selain membantu orang-orang menemukan buku pilihannya, toko buku juga seperti ini dapat membantu menjernihkan pikiran dari hal-hal suntuk yang telah dilakukannya selama sepekan. Bagi para pecinta buku atau tidak, fasilitas yang disediakan oleh toko buku akik tentu menjadi nilai plus yang akan membangkitkan minat pengunjung untuk datang kembali. 

Referensi

Creatief. (2023, March 4). BERKUNJUNG | TOMI WIBISONO – BUKU AKIK DAN TOKO BUKU KEREN LAINNYA DI INDONESIA. APA SAJA? YouTube. Retrieved May 2, 2023, from https://www.youtube.com/watch?v=cQRqryM165I&feature=youtu.be


Penyunting: Liya Ayu Aini Nafis & Haidhar F. Wardoyo

Grafis: Aulia Salsabilla