Laporan Khas Wawancara

KKN di Luar Negeri: Pengalaman Pengabdian Mahasiswa UII Lintas Negara 

Ditulis oleh Sri Dwi Hapsari dan Nadilla Putri

Kesempatan untuk menimba pengalaman dan belajar di tingkat internasional kini terbuka lebar bagi mahasiswa/i Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia melalui program International Mobility. Program yang disediakan fakultas ini dapat menjadi langkah mahasiswa/i berkembang dan mendapatkan pengalaman baru hingga luar negeri. Pengalaman tersebut juga nantinya dapat dikembangkan pada kegiatan yang ada di lingkup kampus. Nandita Faiza dan Bintanya Ida Palupi menjadi mahasiswi yang berhasil mengikuti International Mobility batch 2 tahun 2025 di Malaysia, tepat saat menempuh semester 5.

Program International Mobility yang disediakan oleh Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya merupakan program dengan mengkonversi mata kuliah KKN, magang, dan mata kuliah lain untuk mahasiswa/i nya, bukan merupakan KKN murni. “Sebenarnya bukan KKN Internasional, tapi kegiatan International Mobility yang dikonversi menjadi KKN. DPPM menekankan kegiatan ini dikonversi KKN karena kriterianya dinilai mencukupi,” tutur Nandita (06/08/2025). Ia juga menambahkan bahwa durasi program ini seperti KKN pada umumnya, pelaksanaannya 1 bulan dimulai dari 26 Januari 2025 – 25 Februari 2025.

Selama pelaksanaan program International Mobility, Nandita Faiza dan Bintanya Ida Palupi ditempatkan di Sanggar Bimbingan Sungai Muria 5 di Gombak, Malaysia. Sanggar Bimbingan ini merupakan sekolah non-formal dan didirikan khusus untuk anak-anak imigran Indonesia yang tidak bisa mengakses pendidikan formal. Pengalaman ini mengajarkan bahwa pengabdian tidak selalu tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang memberikan akses dan harapan bagi mereka yang termarjinalkan. Nandita dan Ida melaksanakan program  International Mobility ke Malaysia bersama 2 teman lainnya dari program studi yang berbeda. Setiap program studi baik dari FP dan FISB dapat mengirimkan perwakilan 1 orang untuk mengikuti program.

Proses untuk mengikuti kegiatan International Mobility memiliki syarat dan ketentuan yang perlu disiapkan. Mereka yang mendaftar adalah mahasiswa/i aktif FP & FISB UII dengan minimal semester 5. Kemudian beberapa dokumen seperti transkrip akademik terbaru dengan IPK minimal 3.00, sertifikat kemampuan bahasa inggris, paspor, surat motivasi, surat izin orang tua, rekam medis untuk alergi dan/atau keterangan bebas penyakit kronis serta sertifikat tambahan lainnya.

“Selain laporan yang tertulis, ada yang namanya ujian responsi, di sana ngapain aja, programnya itu relevan nggak sama prodi kita. Jadi selain bikin laporan, ada juga evaluasi,” ujar Ida (10/08/25). Selain itu, kesiapan secara fisik dan non-fisik juga diperlukan. “Kita harus menyiapkan mental, menyiapkan diri juga. ‘Kan kalo misal kita udah bikin paspor, tapi masih ragu mau keluar negeri, nanti nggak jalan (prosesnya),” tambah Ida (10/08/25).

Salah satu hal menarik dari program ini adalah skema pendanaannya. Biaya tiket pesawat ditanggung 70% oleh fakultas, sementara 30% sisanya merupakan biaya mandiri. Namun, biaya pribadi dapat ditutup dengan mengajukan pendanaan tambahan dari program studi masing-masing. Selama di Malaysia, biaya akomodasi dan konsumsi sudah ditanggung penuh oleh pihak mitra. Meski ada pendanaan dari kampus, tidak menutup kemungkinan untuk membawa dana pribadi sebagai pegangan atau bekal selama menjalankan program di luar negeri.

Bagi mahasiswa/i yang berkeinginan dan masih memiliki kesempatan untuk mengikuti program KKN di luar negeri ini, beberapa persyaratan non-fisik maupun fisik dapat dipersiapkan sejak awal. “Punya paspor yang paling utama, karena itu berkas identitas kita, kemudian skor tes bahasa inggris. Dua berkas itu yang harus disiapkan dari sekarang. Beraniin diri aja buat daftar-daftar, soal hasilnya yang penting kita ikhtiar,” ujar Nandita (06/08/2025).

“Pantengin Instagram FP dan FISB, karena kita nggak tahu tiba-tiba ada info (program International Mobility) di sana,” tutup Ida (10/08/25).


Penyunting : Nazhifah Aulia Anwar

Grafis : Indah Damayanti