Oleh: Nur Kholifah Arifiani & Alia Al Hasna
Serangkaian acara pada Pesona Ta’aruf (PESTA) 2024 telah usai diselenggarakan. Sebagai wadah pengenalan perkuliahan pertama di lingkungan kampus, PESTA 2024 berlangsung selama tiga hari berturut-turut, yaitu tanggal 4–6 September 2024. PESTA 2024 diikuti oleh 90 jamaah atau sekitar 4.000 mahasiswa baru dari seluruh fakultas di UII. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru.
Pada pra-PESTA terlaksana tiga kegiatan penting, yaitu talkshow ke-UII-an, talkshow kepemimpinan, dan rembukan nyambi sinau (RnS). Keesokan harinya, hari pertama dipenuhi dengan talkshow keislaman, koreo jingle, dan harsawiyata yakni melukis kaos putih. Pada hari terakhir dipadati dengan kegiatan talkshow kelembagaan, show up UKM dan LK, dan entertainment untuk melepas lelah sekaligus mengakhiri acara.
Pada hari pertama, para peserta melaksanakan kegiatan harsawiyata. Kegiatan ini berupa melukis karya sesuai kreativitas dengan media kaos berwarna putih. Setiap jamaah ditugaskan membawa dua buah kaos dan peralatan melukis. Selanjutnya, setiap jamaah tersebut dibagi menjadi dua kelompok sehingga menghasilkan dua karya lukis yang berbeda. Hal ini menjadi pembeda dari agenda PESTA 2023 yang melukis di media caping.

Talkshow tahun ini panitia berhasil mengundang Syakir Daulay dalam talkshow keislaman. Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P. dalam talkshow kepemimpinan. Tak lupa rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam talkshow ke-UII-an. Hadirnya Prof. Fathul Wahid merupakan salah satu keunikan di Pesona Ta’aruf 2024.

“Yang lebih menarik Prof Fathul sebagai rektor baru pertama kali diundang sebagai talkshow, biasanya hanya diundang sebagai sambutan, tetapi beliau alhamdulillah mengapresiasi PESTA tahun ini karena beliau diundang sebagai talkshow pembicara langsung gitu,” kata Syafiq, ketua SC PESTA 2024.
Pada sesi talkshow, salah satu pengisi materi kelembagaan Sekretaris Jenderal DPM UII M. Rafly Aryasatya mengatakan bahwa mahasiswa baru UII diharapkan untuk jangan takut berorganisasi, jangan takut berlembaga. Kuncinya adalah disiplin dan bertanggung jawab.
“Maba ini kan mereka ada minimal SKP minimal satuan kredit partisipasi yang itu harus mereka penuhi selama di kuliah sebagai syarat yudisium gitu, kan. Makanya yang saya tekankan kepada kawan-kawan maba adalah sama kayak tadi jangan takut berorganisasi, kayak carilah organisasi yang ingin mereka ikuti sesuai dengan jati diri mereka masing-masing,” terang Rafly (06/09).
Di hari terakhir PESTA 2024, mereka menyuguhkan band lokal Utopia dan DARA yang bergenre pop rock and roll. Lagu yang melegenda pada masanya, Utopia membawakan lagu yang berjudul “Mencintaimu Sampai Mati”. Lagu ini pernah menjadi soundtrack sinetron Ganteng-Ganteng Serigala pada 2014 silam.
Tak hanya konsernya, tahun ini PESTA 2024 banyak memberi variasi lain dari tahun-tahun sebelumnya. Pada PESTA 2023 menginstruksikan mahasiswa membawa caping guna mengurangi hawa panas. Tahun ini nampaknya panitia benar-benar menyelesaikan masalah cuaca yang tiap tahun ada. PESTA 2024 menyodorkan solusi dengan menggelar tenda yang hampir menutupi seluruh lapangan agar dapat menghalau panasnya matahari. Selain tenda, panitia menyediakan kipas angin yang dekat dengan kerumunan mahasiswa baru di bawah tenda.
Untungnya keluhan terkait hawa panas yang menyengat sudah sedikit berkurang. Namun, di hari terakhir PESTA 2024 terlihat bahwa tenda tersebut sudah dibongkar. Mengingat akan diadakannya konser pada malam setelah kegiatan inagurasi. Ketua SC PESTA 2024, Syafiq mengutarakan alasannya.
“Kenapa hari ini tidak memakai tenda, karena hari ini ada konser. Ketika pakai tenda, yang ada nanti tendanya kegeser jatuh. Terus kedua, gak di semua sisi itu kelihatan konsernya. Kemudian ketiga, tadinya hari ini itu mau ada simulasi aksi, tetapi karena cuaca tidak memungkinkan untuk simulasi aksi itu terjadi, maka kami meniadakan,” jelas Syafiq (06/09).
Oleh sebab itu, terjadi lonjakan mahasiswa pingsan, keluhan panas dan pusing di hari terakhir. Apalagi, mahasiswa baru tahun ini hanya disarankan membawa topi dan jas almamater untuk menutupi kepala yang tersengat panasnya matahari.
Koordinasi yang kurang antar panitia tentang pers menjadi problem yang perlu digaris bawahi tahun ini. Beberapa kali, kami sempat ditanyakan ada kepentingan apa oleh panitia Divisi Keamanan yang masih belum mengenal keberadaan dan tugas pers. Padahal, di gerbang masuk kita sudah memberitahu bahwa kami adalah pers. Kendatipun, kurangnya koordinasi lanjut dari penjaga gerbang terkait ada pers yang ingin meliput PESTA 2024.
Di sisi lain, ada beberapa rundown yang berubah dan acara yang dihilangkan karena acara sebelumnya yang belum berakhir. Dalam rundown hari pertama yang tertera di Instagram @pesonata’aruf.uii, talkshow keislaman yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 10.05-11.35 ditukar dengan harsawiyata yang dijadwalkan pukul 13.50-14.50.
Penukaran acara ini disinyalir adanya halangan pemateri talkshow keislaman, Syakir Daulay, yang masih dalam perjalanan dari Jambi menuju Yogyakarta. Sedangkan pada hari terakhir, manajemen simulasi aksi mendadak dihapuskan karena sebelumnya show up UKM dan LK belum terselesaikan.
Salah satu lainnya yang perlu di apresiasi dari PESTA 2024 adalah panitia menyediakan sarapan bagi mahasiswa baru. Jadi, tidak hanya snack seperti tahun lalu. Masuk akal jika banyak mahasiswa baru yang tidak sempat sarapan dikarenakan acara PESTA 2024 dimulai sejak jam 6 pagi. Snack dinilai kurang mengganjal hingga jam makan siang tiba. Adanya galon-galon yang disediakan dari pra-PESTA hingga hari terakhir di beberapa tempat, memudahkan bagi wali jamaah yang ingin mengisi ulang minum para mahasiswa baru.
Pada sesi entertainment, kami menemui salah satu peserta PESTA 2024 untuk mengungkapkan kesan pesan orientasi kampus selama tiga hari terakhir.
“Kesan yang pertama alhamdulillah jadi bisa mengenal teman-teman jauh. Tapi, ada beberapa evaluasi dari perspektifku kepanitiaan pesta yang sekarang itu mepet banget. Jadi, panitianya tuh kayak baru aja dibikin dan seleksinya tuh kayak kurang quality panitianya. Aku nanya apa ke panitia, kak abis ini ngapain (dijawabnya) saya nggak tau materinya apa,” kata Ubait (06/09), dari Prodi Arsitektur.
Dengan adanya PESTA 2024, harapannya dapat menjadi wadah bagi mahasiswa baru dalam meningkatkan kreativitas dan pengetahuan terkait Universitas Islam Indonesia serta menjadi pembelajaran bagi kepanitiaan PESTA tahun depan agar dapat mengevaluasi beberapa masalah yang terjadi di tahun ini.
Penyunting: Paramitha Maharani
Grafis: Tara Saffanah Hernadi