Oleh: Nur Kholifah Arifiani & Feroza Fahira
Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) yang menaungi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Jumat (10/5) siang menggelar aksi solidaritas yang bertajuk Calling for Solidarity: Free Palestine. Aksi solidaritas digagas oleh lima LDK yaitu Hafiz-Hafizah Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (HAWASI), UII Ayo Mengajar (UAM), Korps Dakwah UII (Kodisia), Takmir Masjid Ulil Albab (TMUA), dan Dakwah Hijrah Mahasiswa (DHM).
Aksi solidaritas digelar di pelataran Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir dengan beberapa properti yang mendukung aksi pembelaan Palestina. Properti tersebut seperti benda yang dibungkus dengan kain putih menyerupai mayat, bendera Palestina yang berkibar, dan banner yang bertuliskan Free Palestine.
Pembukaan aksi ini diiringi dengan sirine ambulance dan lagu-lagu Free Palestine. Meskipun aksi ini diadakan di bawah teriknya matahari namun tidak mengurangi semangat dari para partisipan yang hadir dari kalangan masyarakat sekitar sampai mahasiswa. Terbukti dengan banyaknya orang yang penasaran dan media yang meliput aksi tersebut ikut bergetar mendengar kobaran semangat yang menggebu-gebu dari pembaca puisi.
Orasi pernyataan sikap ini dibuka dengan pembacaan puisi oleh Munawwar dari LDK TMUA, dilanjut dengan pernyataan orasi yang mempunyai lima topik utama. Topik pertama yakni orasi tentang kuburan massal yang dibacakan oleh Imam dari LDK HAWASI dan Harry dari LDK Kodisia. Topik kedua yakni hubungan bilateral Indonesia-Israel oleh Ikma dari LDK UAM. Tak lupa, topik ketiga yakni kebebasan pendapat oleh Rival dari LDK TMUA. Aksi ini ditutup dengan bacaan doa yang diamini oleh seluruh partisipan. Aksi solidaritas ini ingin membuka kembali perhatian khalayak terkait membela Palestina terhadap konflik Israel-Palestina yang tak kunjung selesai hingga saat ini.
Berkaca dari beberapa kampus terkemuka di Amerika Serikat seperti Yale University, Columbia University, dan New York University turut menyuarakan aksi membela Palestina. Maka dari itu, aksi solidaritas ini menggerakkan lima LDK untuk menggelar aksi dengan tujuan membangkitkan kembali kesadaran akan pentingnya kemerdekaan Palestina.
Salah satu perwakilan pembaca orasi, Imam mengatakan bahwa aksi demonstrasi ini akan memberikan dampak secara tidak langsung.
“Kita akan berikan dampak secara tidak langsung dan berikan dorongan ataupun desakan kepada dunia terutama dengan masyarakat global yang semakin peduli kepada Palestina seperti Amerika. Ketika banyak demonstrasi dan Amerika mulai ter-distract mendesak insya Allah mudah-mudahan membangkitkan gairah kita. Dan orang ada yg peduli dengan desakan ini semakin nyata adanya kepada negara-negara global,” ujar Imam (10/5).
Dikutip dari bbc.com, Indonesia telah membangun hubungan bilateral dengan menormalisasikan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) terhadap Israel. Namun, kabar ini langsung ditepis oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri yang menyebutkan bahwa posisi Indonesia tetap berada di garis terdepan untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
“Posisi Indonesia tidak berubah dan tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina dalam kerangka two-state solution. Indonesia akan selalu konsisten, berada di garis terdepan membela hak-hak bangsa Palestina,” tegas Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal.
Selain itu, kami juga mewawancarai Amil selaku ketua HAWASI. Ia menjelaskan bahwa mereka memiliki strategi khusus untuk meningkatkan kesadaran para mahasiswa tentang situasi di Palestina. Semua yang terlaksana pada aksi solidaritas ini ditujukan untuk mendesak para penguasa negara besar terutama yang masih bersangkutan akan perdamaian antara konflik Palestina-Israel.
“Pertama pasti sebagai individu kita tidak punya kuasa, kita hanya ingin bisa mendesak kepada para penguasa terutama di wilayah masing-masing, untuk melakukan aksi demonstrasi secara berkala dan secara global agar menekan wilayah-wilayah seperti di Amerika Serikat. Kemudian yang kedua itu melakukan pembelajaran ataupun share di media sosial tentang isu-isu Palestina dan kebengisan yang dilakukan oleh Israel. Ketiga tentunya boikot meskipun boikot ini masih dipertentangkan tetapi pada akhirnya bukti yang ada itu bisa menekan apa yang dilakukan oleh Israel,” pungkas Amil (10/5).
Melalui aksi solidaritas ini dengan tegas mengajak seluruh partisipan yang hadir untuk bersama-sama mengambil tindakan nyata dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina. Terus mengadvokasi perdamaian dan keadilan di Timur Tengah serta mengutuk segala bentuk kekerasan dan penindasan yang warga Palestina alami. Dengan lantang mereka berkomitmen memperjuangkan hak asasi manusia tanpa pandang bulu.
Penyunting: Paramitha Maharani
Grafis: Dhiya Najah Fitria