Kabar Kabar Estetik

Mengapresiasi Diri Bersama Pekan Komunikasi

Oleh: Liya Ayu Aini Nafis

Pekan Komunikasi 2023 merupakan gerakan baru dari program studi Ilmu komunikasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 25-26 Februari 2023. Acara ini diselenggarakan secara luring di Taman Budaya Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi wisata seni di Yogyakarta. Pekan komunikasi tahun ini yang mengangkat tema Maison De Communication atau Rumah Komunikasi berlangsung meriah. Acara ini terdiri dari berbagai rangkaian acara seperti talkshow, art exhibition, dan awarding night. 

“…house of communication atau rumah yang kami maksud di sini adalah prodi ilmu komunikasi. Bukan hanya sekadar sebuah bangunan yang ditambah dengan pintu dan jendela saja, tetapi adalah suasananya dengan beragam jenis karakteristik yang dimiliki oleh setiap individu serta nilai nilai yang dimiliki,” ungkap Landen selaku Ketua Pelaksana saat diwawancarai pada Senin (27/2). 

Sabtu lalu (25/2), terlaksana acara art exhibition sebagai sarana untuk mengapresiasi karya dari mahasiswa Ilmu komunikasi UII. Singkat cerita, diselenggarakannya art exhibition ini bertujuan sebagai ajang untuk mewadahi dan mengenalkan karya komunikasi itu sendiri. Karya-karya yang dipamerkan berasal dari hasil output tugas-tugas maupun karya seluruh keluarga mahasiswa pada berbagai mata kuliah, seperti fotografi, komersil, non komersil, penulisan kreatif, dan desain grafis. 

Tentunya tidak semua karya dapat dipamerkan, hanya beberapa yang dipajang dalam pameran tersebut. Landen menjelaskan ada banyak karya dari mahasiswa ilmu komunikasi, tetapi yang dipamerkan hanya karya-karya terbaru dan juga yang memenuhi syarat. Hal yang menjadi standar adalah esensi dari karya tersebut. 

Selain menghadirkan karya mahasiswa, Pekan Komunikasi juga berkolaborasi dengan komunitas yang ada dalam lingkup keluarga mahasiswa ilmu komunikasi, seperti misal Galaxy Radio. Galaxy turut serta menyumbangkan karyanya untuk memeriahkan acara tersebut.

Pada hari yang sama, dilaksanakan juga talkshow dengan tema besar kreativitas, inovasi, dan daya saing dalam bermedia. Talkshow ini menghadirkan dua pembicara yang memiliki banyak pengalaman, yaitu Asmono Wikan CEO PR Indonesia dan Dr. Zaki Habibi, seorang fotografer, dokumenter, dan peneliti kajian media dan budaya visual Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia. 

Serba Serbi Pekan Komunikasi

Persiapan untuk menghasilkan acara pekan komunikasi 2023 terbilang cukup cepat, yakni selama 2 bulan, tetapi juga tak lepas dari kendala. Landen menjelaskan bahwa adanya waktu libur dari bulan Januari hingga Februari, menjadi salah satu hambatan karena banyak panitia yang pulang kampung. Konsep acara yang baru juga asing, serta kurangnya pengalaman ihwal bagaimana cara membuat pameran yang baik dan benar juga menjadi kendala.

“Sedikit fun fact, kita gak cuma layouting masalah karyanya atau tugas, tapi yang kita layouting juga benar-benar dari setiap sudut lampu di Taman Buaya Yogyakarta, di galeri pemerannya,” jelas Landen.

Pekan Komunikasi 2023 memiliki target untuk umum, artinya siapapun dapat datang ke acara art exhibition dan talkshow yang diadakan. Di tengah hiruk pikuk acara, kami kemudian menemui Juan, seorang mahasiswa yang berasal dari Jakarta. Menurutnya, salah satu daya tarik di art exhibition ini adalah adanya karya dalam bentuk visual yang ditampilkan melalui proyektor dan memiliki audio. Sementara itu, Haura dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berpandangan lain, menurutnya hal yang menarik adalah adanya karya tulisan kreatif yang digantung di tengah pameran.

 Selain itu, kebanyakan pengunjung yang hadir merupakan mahasiswa komunikasi itu sendiri. Fikri dari Ilmu Komunikasi 2022 menuturkan bahwa pameran ini sangat menarik karena diadakan sebagai bentuk apresiasi hasil karya dari mereka.

“Rasanya termotivasi gitu untuk buat karya-karya lagi dan mungkin di semester ini kan aku ada mata kuliah manajemen program komunikasi (komersil), ya. Jadi bisa termotivasi untuk buat lebih kreatif lagi,” ungkap Fikri.

Geliat kemeriahan Pekan Komunikasi ditutup oleh sesi awarding night yang berlangsung esoknya. Beberapa nominasi disajikan seperti fotografi terfavorit, produksi fiksi terfavorit, dan lain sebagainya guna melengkapi gelaran apresiasi ini.


Penyunting: Haidhar F. Wardoyo

Foto: Haidhar F. Wardoyo

Grafis: Zaid Hafizhun Alim