Gejolak Merapi di Pagi Hari

(Kaliurang, 11 Mei 2018)  Pukul 08.17 matahari Yogyakarta tertutup oleh sekumpulan awan yang mengandung material debu vulkanik, bergerak ke arah selatan Yogyakarta. Awan yang berasal dari erupsi Gunung Merapi kemudian menyebabkan hujan abu di beberapa titik di hampir seluruh wilayah Yogyakarta, yakni Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Kota Yogyakarta.

Himbauan dari pemerintah seperti agar warga tetap tenang dan menunggu informasi selanjutnya datang silih berganti menggunakan beberapa media, diantaranya dengan memanfaatkan sosial media yang kemudian di sebarkan melalui grup-grup media chatting, selain itu juga menggunakan alat pengeras suara yang kemudian berkeliling  di jalan-jalan.

Beberapa warga terlihat memutuskan untuk mengungsi ke daerah yang berada dibawah agar tetap aman. Seperti yang dilakukan oleh Hana Rizquna, mahasiswa Ilmu Komunikasi yang memutuskan untuk mengungsi ke tempat yang jauh dari Gunung Merapi. Menurut Hana, dirinya mendengar suara gemuruh menyerupai pesawat tempur dari atas kosan.

“Ada suaranya, kayak pesawat TNI di atas kosan. Aku pikir pesawat TNI beneran, ternyata setelah lihat grup line merapi meletus” ucapnya yang merupakan penghuni salah satu kos di jalan Kaliurang KM 15.

Beberapa relawan juga kemudian terlihat membagikan masker-masker secara gratis untuk para pengendara yang lewat di jalan Kaliurang. Diantaranya terlihat di jalan Kaliurang KM 17, dan juga di area Universitas Islam Indonesia. Selain memakai masker, terlihat beberapa pengendara memakai jas hujan untuk melindungi diri dari debu vulkanik yang keluar.

Di informasikan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)  Kota Yogyakarta, erupsi yang terjadi bersifat freatik dan bukan magmatik sehingga yang keluar dari gunung Merapi hanya berupa material debu. Hingga saat ini, status gunung Merapi masih tetap normal dengan radius bahaya 3 KM dan masih dipantau untuk perkembangannya oleh PVMBG (Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi). Zahro

 

Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *