Oleh: Paramitha Maharani dan Aufa Niamillah
Masa pra key-in kembali menyita perhatian para mahasiswa Fakultas Psikologi dan Ilmu Budaya Universitas Islam Indonesia. Memasukan mata kuliah ke dalam keranjang atau pra key-in sudah menjadi tradisi di setiap semesternya, hal ini agar membantu para mahasiswa UII menentukan mata kuliah apa saja yang ingin diambil selama satu semester. Berbeda dengan semester sebelumnya, pada semester genap periode 2022/2023 bagian akademik FPSB UII memulai gebrakan baru, yaitu dengan membuka kelas lintas prodi.
Berita munculnya kelas lintas prodi ini juga mengejutkan para mahasiswa. Pasalnya, untuk pertama kalinya FPSB UII melalui laman instagram @daaupdate mengumumkan ingin membuka kelas dengan konsep yang menarik. Menggabungkan para mahasiswa dari beberapa prodi seperti Psikologi, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), dan Hubungan Internasional (HI).
Mata kuliah yang ditawarkan juga sangat beragam. Mulai dari prodi Psikologi yang membuka kelas mata kuliah Dinamika Kelompok dan Psikologi Politik. Lalu, prodi PBI membuka kelas mata kuliah Introduction to Digital Literacy. Selanjutnya, ada prodi Ilmu Komunikasi yang membuka kelas Penulisan Kreatif dan Creative Writing. Terakhir, prodi HI juga turut membuka kelas Gerakan Sosial dan Social Movement.
Tanggapan Akademik Fakultas Ihwal Kelas Lintas Prodi
Mata kuliah lintas prodi ini dibuka sebagai salah satu langkah lanjutan dari kebijakan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan untuk memasuki dunia kerja.
Menurut Feriyanto (10/2) selaku Ketua Divisi Administrasi Akademik FPSB Universitas Islam Indonesia, rektorat merespons program ini dengan memberi himbauan kepada fakultas-fakultas untuk membuka kelas lintas prodi. FPSB adalah salah satu fakultas yang sigap menanggapi himbauan ini.
“Setelah ada informasi dari pusat, dari universitas, kemudian fakultas membentuk tim, ya. Membentuk tim untuk menindaklanjuti itu. Jadi, terdiri dari masing-masing kaprodi dan sekprodi, kemudian ada tim yang (menjadi) pelaksana, begitu ya. Nah, waktu itu saya juga kebetulan menjadi tim di situ,” ujar Feriyanto.
Persiapan pengadaan kelas lintas prodi sudah dilaksanakan sejak September 2022 lalu. Setelah tim terbentuk, terdapat rapat pertimbangan terkait kelas-kelas yang dapat dibuka dari satu prodi untuk prodi lain. Kelas-kelas lintas prodi yang kemudian dibuka adalah mata kuliah pilihan yang bersifat umum.
Meskipun beberapa mata kuliah pada dasarnya membutuhkan prasyarat, khusus bagi mahasiswa lintas prodi, prasyarat tersebut dihapuskan. Setiap kelas yang ditawarkan masing-masing memiliki kuota mahasiswa lintas prodi sebanyak lima orang. Jumlah ini akan dibagi rata dari setiap prodi yang berbeda, baik kelas reguler maupun internasional.
Feriyanto juga menuturkan bahwa mahasiswa dapat mengambil kelas setelah mendapat surat persetujuan prodi yang telah ditandatangani oleh Kaprodi masing-masing. Surat ini ditujukan kepada akademik FPSB karena hanya petugas akademik yang dapat mengkey-inkan mata kuliah yang diambil tersebut. Rangkaian proses ini dilakukan demi menghindari adanya mahasiswa yang key-in lintas prodi tanpa persetujuan.
Mengenai keberlangsungan kelas lintas prodi, akademik fakultas menyatakan akan melanjutkan program ini apabila hasil evaluasi baik. Kuota mahasiswa per kelas pun bisa bertambah atau berkurang. Melalui adanya kelas lintas prodi ini, diharapkan dapat menarik minat mahasiswa untuk memperluas ragam ilmu yang disediakan.
Dosen dan Mahasiswa Menyambut Hangat
Pada Sabtu (11/2), kami mencoba untuk menelaah lebih jauh lagi mengenai kelas lintas prodi ini. Ida Nuraini atau kerap disapa Miss Ida berhasil kami wawancarai perihal tanggapannya, selaku salah satu dosen yang mengampu mata kuliah lintas prodi Creative Writing.
“Karena memang ini MBKM ya, yang mana universitas kita, pak rektor sudah menjanjikan kalau kita setuju mengikuti program pemerintah MBKM otomatis kita juga harus ada implementasi. Nah, untuk mendukung adanya implementasi dari MBKM, memang akhirnya fakultas melakukan semacam perintisan, ya. Untuk mengimplementasikan salah satu wujud pengaplikasian atau implementasi dari MBKM dimulai dari tingkat fakultas. Jadi memang kenapa kita tidak mencobanya,” ujar Miss Ida.
Selain itu, Miss Ida berpendapat jika FPSB UII ini fakultas yang unik, berasal dari beberapa prodi yang kajian ilmu pengetahuan atau keterampilannya berbeda-beda. Berangkat dari alasan inilah, FPSB UII menginisiasi kelas lintas prodi untuk dijadikan salah satu perwujudan dari program MBKM dan diimplementasikan di lingkungan fakultas. Dalam perbincangan tersebut juga, Miss Ida kerap kali menyebutkan soal self development yang merupakan suatu benefit yang bisa didapatkan mahasiswa ketika memilih untuk mengikuti kelas lintas prodi.
“Bahwa ini akan in line dengan benefit yang ditawarkan oleh MBKM. Jadi, ketika diadakannya kelas lintas prodi, harapannya mahasiswa yang basisnya prodi tertentu atau bidang keilmuan tertentu itu bisa belajar terkait pengetahuan atau keterampilan di prodi lainnya, di bidang keilmuan lainnya,” sambung Miss Ida.
Melihat adanya gebrakan baru yang diusung oleh bagian akademik FPSB UII, kami menemukan salah satu mahasiswa FPSB UII yang tertarik mengikuti kelas lintas prodi. Khalida Maryam dari prodi Hubungan Internasional angkatan 2020 menyambut dengan baik perihal adanya kelas lintas prodi.
“Baik untuk mahasiswa karena yang pertama mungkin bisa membuat mahasiswa keluar dari zona nyaman,” ujar Khalida (10/2).
Melalui kelas lintas prodi ini, Khalida tertarik mengikuti mata kuliah Penulisan Kreatif sebagai alat untuk menunjang dalam menyelesaikan tugas akhirnya nanti. Khalida juga mempunyai keinginan supaya mengetahui secara detail bagaimana metode atau mekanisme menulis yang baik, kreatif, dan variatif.
“Aku bisa explore banyak hal, jadi aku juga bisa mempelajari mata kuliah penulisan kreatifnya, ketemu dosen-dosennya, dan ketemu temen-temen yang prodinya beda di Penulisan Kreatif ini,” pungkas Khalida.
Penyunting: M. Athaya Afnanda & Haidhar F. Wardoyo
Grafis: Zaid Hafizhun Alim