Sebelas Bulan Pandemi Covid-19 di Indonesia

Oleh Lulu Yahdini & Yasmine A. Rusnanda

Covid-19 masih menjadi permasalahan yang tak kunjung usai di Negeri ini. Lebih dari sembilan bulan kita harus membiasakan diri hidup dengan protokol kesehatan lantas Indonesia menjadi negara dengan kasus kematian tertinggi di kawasan ASEAN yang mendapati lebih dari 17.000 kasus. Diprediksi jumlah kematian riil di masyarakat jauh lebih banyak dari pada data yang diperoleh kemenkes. Menurut data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tercatat 896.642 kasus Positif dan 25.767 kasus meninggal dunia. Data ini merupakan data kumulatif yang tercatat sejak kasus pertama hingga tanggal 16 Januari 2021. Hal ini dapat disimpulkan karena penyebaran virus dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu kesehatan, lingkungan dan genetik.

Pada awal masa Pandemi di Indonesia pemerintah melakukan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).  Awal-awal implementasi PSBB di Jakarta, Tangerang Raya, Bogor, Depok, dan Bandung Raya menunjukkan penurunan angka migrasi manusia yang cukup signifikan, tetapi beberapa hari kemudian kondisi menjadi relatif sama dengan sebelum awal PSBB. Kajian Aswicahyono (2020) memperkuat hal ini. Ihwal yang sangat mempengaruhi dan menyebabkan warga tidak acuh dengan arahan pemerintah untuk tinggal di dalam rumah (melalui PSBB) adalah kebutuhan warga untuk memenuhi kepentingan ekonomi mereka sehari- hari. Selain itu masyarakat juga sudah merasa jenuh terus-terusan berada di dalam rumah, mengingat virus ini tak kunjung memberikan titik terang. Terlebih dengan banyaknya tempat-tempat umum seperti cafe, tempat makan dan beberapa pusat hiburan lainnya dibuka untuk umum. 

Di sisi lain protokol kesehatan yang pemerintah upayakan justru berdampak sebaliknya karena pada pertengahan Januari 2021 Indonesia berhasil meraih rekor harian peningkatan pasien positif Covid-19 dalam empat hari berturut-turut sejak 11-16 Januari 2021. Berdasarkan data terbaru tanggal 16 Januari 2021 dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 jumlah kasus baru di Indonesia mencapai 14.224 kasus. Hal ini menyebabkan Positivity rate virus corona di Indonesia tembus di angka 31,35% pada 16 Januari 2021 yang artinya enam kali lebih tinggi dari standar dari WHO (World Health Organization). Positivity rate adalah persentase jumlah positif terinfeksi virus corona dibagi jumlah orang yang menjalani pemeriksaan.

Kognisia.co/Redaksi

Grafik Transmisi Covid-19 di Jawa-Bali. Kognisia.co/ Redaksi.

 

**

Belakangan ini pemerintah memiliki upaya baru dalam mengatasi pandemi yaitu dengan menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Istilah PPKM ini mungkin terdengar mirip dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu sama-sama membatasi kegiatan di masyarakat. Namun, perbedaannya adalah PPKM hanya pembatasan kegiatan masyarakat yang diperketat, bukan melakukan lockdown seperti PSBB. PPKM juga hanya membatasi kegiatan masyarakat pada beberapa daerah kota atau kabupaten tertentu, bukan secara keseluruhan pada suatu provinsi. Syarat berlakunya PPKM di suatu daerah antara lain kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional sebesar 3%, kesembuhan dibawah nasional sebesar 82%, kasus aktif harus di bawah nasional sebesar 14% dan ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Rumah Sakit diatas 70%. 

Daerah yang mulai memberlakukan PPKM secara masif adalah di Pulau Jawa-Bali pada 11 hingga 25 Januari 2021. Namun belum sampai tanggal 25 Januari 2021, Pemerintah berencana untuk memperpanjang kebijakan ini hingga dua minggu kedepan setelah tanggal 25 Januari 2021. PPKM ini diperpanjang karena beberapa provinsi zona merah di Jawa-Bali masih belum menunjukkan penurunan angka positivity rate yang signifikan. Dilansir dari cnnindonesia.com Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo mengatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini kurang berhasil. Hal ini disebabkan karena PPKM menerapkan kebijakan yang kurang ketat bahkan jauh lebih longgar daripada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut Windhu aktifitas masyarakat masih berjalan normal seperti tidak ada kebijakan baru. 

Belum lama ini tepatnya pada tanggal 18 Januari 2021 Lapor Covid-19 merilis bahwa saat ini layanan kesehatan di Pulau Jawa dalam keadaan genting. Keadaan ini ditandai dengan banyaknya Rumah Sakit yang sudah tidak mampu menampung pasien Covid-19. Tri Maharani, tim relawan Bantu Warga Lapor Covid-19 mengatakan sistem informasi kapasitas pasien di rumah sakit tidak berfungsi dan sistem rujuk antar fasilitas kesehatan tidak berjalan dengan baik. Hal ini diperparah dengan banyaknya masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat Covid-19 namun tidak tahu harus kemana. Kondisi ini diperparah dengan terbatasnya kapasitas tempat tidur, minimnya perlindungan pada tenaga kerja kesehatan dan kurangnya pembaruan secara realtime pada sistem informasi kesehatan.

**

Penyunting: Aurelia T. Nughroho.

Rancang Grafis: Dimas Surya.

**

Daftar Rujukan:

  1. Irwandy (2020). 9 bulan pandemi: mengapa Indonesia gagal kendalikan COVID-19, korban meninggal terbanyak di Asia Tenggara. Dalam The Conversation. Diambil dari : https://theconversation.com/9-bulan-pandemi-mengapa-indonesia-gagal-kendalikan-covid-19-korban-meninggal-terbanyak-di-asia-tenggara-151284
  2.  Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional. (2021). Angka Kesembuhan Harian Meningkat Mencapai 8.662 Orang. Dalam Covid-19. Diambil dari : https://covid19.go.id/p/berita/angka-kesembuhan-harian-meningkat-mencapai-8662-orang
  3. CNN Indonesia. (2021). Rekor Baru, Positivity Rate RI Tembus 31,35 Persen 16 Januari. Dalam CNN Indonesia. Diambil dari : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210116161253-20-594607/rekor-baru-positivity-rate-ri-tembus-3135-persen-16-januari
  4. Tim detikcom. (2020). Kapan Sebenarnya Corona Pertama Kali Masuk RI?. Dalam Detikcom. Diambil dari : https://news.detik.com/berita/d-4991485/kapan-sebenarnya-corona-pertama-kali-masuk-ri
  5. Azanella, L.A. (2021). PPKM Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Daerah yang Terapkan Pembatasan di Jawa-Bali. Dalam Kompas.com Diambil dari : https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/11/060000265/ppkm-mulai-hari-ini-berikut-daftar-daerah-yang-terapkan-pembatasan-di-jawa?page=all
  6. Iqbal, M. (2021). Positivity Rate Tinggi, PPKM Jawa & Bali Diperpanjang 2 Pekan. Dalam CNBC Indonesia. Diambil dari : https://www.cnbcindonesia.com/news/20210120120717-4-217374/positivity-rate-tinggi-ppkm-jawa-bali-diperpanjang-2-pekan
  7. CNN Indonesia. (2021). Pakar Anggap PPKM Tak Optimal, Lebih Longgar dari PSBB. Dalam CNN Indonesia. Diambil dari : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210118121126-20-595066/pakar-anggap-ppkm-tak-optimal-lebih-longgar-dari-psbb
  8. Supriatin. (2021). Lapor Covid-19: Layanan Kesehatan di Pulau Jawa dalam Kondisi Genting. Dalam Merdeka.com. Diambil dari : https://www.merdeka.com/peristiwa/lapor-covid-19-layanan-kesehatan-di-pulau-jawa-dalam-kondisi-genting.html
  9. Aswicahyono, H. (2020). Keharusan Menekan Mobilitas Penduduk Untuk Mendatarkan Kurva Epidemiologi COVID-19; Bukti Awal dari Data Facebook Disease Prevention. Map. 10218(April), 1–4. http://arxiv.org/abs/2003.10218. Diambil dari https://csis.or.id/publications/keharusan-menekan-mobilitas-penduduk-untuk-mendatarkan-kurva-epidemiologi-covid-19-bukti-awal-dari-data-facebook-disease-prevention-map

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *