Kabar Tanggap

Menyoal Fasilitas Kampus: Dua Tahun Rusak, Mesin Karcis Parkir Kapan Dibenahi?

oleh : Youmi Hanesfu Noor

Perkuliahan luring semester genap tahun ajaran 2021/2022 telah memasuki bulan ke limanya. Fasilitas-fasilitas di kampus pun mulai kembali digunakan seperti sebelumnya. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi mesin karcis di parkiran Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya. Alhasil, mahasiswa harus menggunakan KTM atau STNK sebagai jaminan untuk bisa mengeluarkan motor dari tempat parkir.

“Ya seperti yang saya bilang tadi jika kita menggunakan STNK atau KTM itu sangat tidak fleksibel karena kita harus menyediakan KTM atau STNK kita, dan untuk kejadian ini saya pernah yang di mana STNK saya ketinggalan dan KTM pun kita online. Yah, KTM belum cetak secara fisik sehingga kita harus menuliskan nama dan NIM kita di tempat untuk pengambilan motor dan merasa itu sangat membutuhkan waktu lama karena kita harus menulis dulu,” tutur Bintang, Pendidikan Bahasa Inggris 2021 (28/6) yang mengeluhkan ihwal mekanisme parkir di FPSB.

Mahasiswa yang pernah menggunakan mesin karcis juga memberikan tanggapan mengenai permasalahan ini.

“Kalau aku nggak ada masalah dengan itu semua cuman kalau bisa milih, aku prefer ke karcis gitu ya karena kan sesuai dengan fungsionalnya. Kalau KTM ya udah KTM fungsinya kita sebagai mahasiswa dan kaya pinjam buku dan sebagainya dan itu bukan merupakan alat untuk cek parkir dan motor gitu loh. Jadi kayak mending aku menggunakan karcis sih dan itu kayak aku berharap bisa segera dibenerin,” ungkap Diva, Hubungan Internasional 2019 (4/6).

Awal Kerusakan Mesin Karcis

Permasalahan rusaknya mesin karcis di parkiran FPSB sebenarnya sudah berulang kali terjadi sejak 2019. Meskipun sempat diperbaiki pada tahun 2019, mesin karcis tersebut kembali rusak dan sampai saat ini tidak bisa digunakan. Bahkan ketika ditanya, petugas parkir selalu menjawab bahwa akan ada rencana untuk diperbaiki. Namun, faktanya sampai saat ini tidak terlihat adanya tindakan langsung baik dari pihak fakultas maupun pengelola parkir kampus.

Dis amping itu Ranto, petugas parkir yang sedang piket di parkiran FPSB mengatakan adanya upaya perbaikan dari Pengelola Fasilitas Kampus (PFK). “Jadi gini, Mas troublenya mesin parkir ini salah satunya kena petir, Mas. Kabel yang di panel depan itu terkena petir jadi yang harus ke sini tuh kan putus, itu sudah ada apa ya namanya berita acara mengenai peralatan parkir ini loh, Mas, tapi udah mungkin besok mulai dibenahi, kemarin udah beli aset-asetnya untuk diperbarui semua,” jelas Ranto (21/6).

Pemicu Utama Kerusakan

Kerusakan sejak tahun 2019 ini disebabkan oleh salah satu kabel yang terletak di panel depan dekat Boulevard. Kabel tersebut terkena sambaran petir yang keras dan terjadi berulang kali, sehingga mengakibatkan motor dari mesin karcis itu rusak. “Ya itu, Mbak kan yang terkena petir panel depan. Nah, depan itu jaringannya ke salah satu parkiran Rektorat, parkiran D3, parkiran Kedokteran sama pos mobil depan, tapi yang belakang kan ada panel sendiri jadi yang belakang aman nggak terkena petir,” jelas Ranto. Ia menambahkan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemasangan penangkal petir lebih dalam lagi.

Terkait secure parking di FPSB, Bayu sebagai staf mekanik kelistrikan di UII menyampaikan bahwa secure parking dengan kelistrikan yang ada di UII memiliki hubungan.

“Kemarin untuk pembelian udah PO semua, kita udah penggarapan lagi. Untuk jaringan, kalau untuk hardwarenya nanti ke secure parking. Apa saja yang rusak ini secure parking kalau untuk kelistrikan sama jaringannya itu yang megang saya karena kemarin kan udah narik kabel, ada yang dari Sipil ini, Psikologi ada yang dari D3, semua udah ini udah mulai proses lah gitu,” Jelas Bayu (22/6). Ia juga menambahkan bahwa wacana perbaikan mesin karcis telah direncanakan sejak Maret 2022.

Danang selaku teknisi lingkungan di UII juga mengungkapkan beberapa hal terkait dengan mesin karcis, yaitu adanya kerusakan jaringan yang tidak pernah dialiri listrik serta akibat serangga.

“Kemarin kan kita belum dapat informasi untuk mulai perkuliahan itu, Mas, jadi dulu yang minta distop kan. Dua atau tiga tahun yang lalu kan memang karena untuk apa mengurangi resiko ini kan, Mas, eh penyebaran covid karena kan dia belum statle seperti sekarang. Makanya setelah Rektorat memutuskan untuk kembali normal, new normal jadi terus kita diskusikan gimana baiknya sekarang kan diganti stateless tapi belum semuanya kalo gak salah,”tutur Danang (23/6).

Harapannya, pembenahan dan perbaikan terhadap mesin karcis parkir dapat dilakukan segera mengingat pentingnya mesin ini di tiap sudut parkiran UII, terutama di FPSB itu sendiri. Terlebih ketika saat ini kita sudah memasuki bulan ke lima dari perkuliahan luring dan sebentar lagi UII akan memasuki tahun ajaran yang baru.

Reporter : Arul Sulaiman 

Peyunting : Haidhar F. Wardoyo & Aurelia Twinka