Oleh: Siti Rifqah Aqilah & Zahrah Fauziah Wulandari
Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia (PESTA UII) 2026 mengusung tema besar seorang pemimpin dengan harapan menjadikan Maba-miba yang dapat tumbuh sebagai contoh untuk penerus bangsa. Pembukaan secara simbolis dilakukan secara langsung oleh Rektor UII, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., melalui pencabutan pedang yang tertancap pada batu di panggung utama pelaksanaan PESTA 2026.
Pembukaan tersebut memiliki makna filosofis yang mengangkat peran Maba-miba sebagai Agen of Change. Dengan ini, pembangkitan nalar serta pemikiran kritis menjadi asa yang disematkan kepada mereka bagaikan senjata bagi para penerus untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Kalau dari filosofi dari pembukaan, kan itu ada pedang yang menancap ke batu ya. Itu lebih terkait Maba-miba itu kan memiliki peran Agen of Change. Karena dia harus dibangkitkan dari segi nalar kritis dan dia harus melawan dan sebagainya dia perlu senjata” Ucap ketua Steering Committee (SC), Andhi Sigit Wicaksono.
Venue Utama Hari Pertama dan Kedua PESTA 2026
Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia (PESTA UII) 2026 menjadi ruang awal bagi 5.236 mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus, di mulai dari lingkungan kemahasiswaan, lembaga, unit kegiatan mahasiswa (UKM), hingga bagaimana budaya yang tumbuh di dalamnya. Pengenalan kehidupan kampus ini dilaksanakan selama tiga hari dan dikemas dengan menghadirkan berbagai macam rangkaian kegiatan seperti talkshow, Nayaka Citra Yaka, pengenalan lembaga kemahasiswaan, pertunjukkan UKM, manajemen dan simulasi aksi hingga malam inagurasi.
Pesona Ta’aruf Universitas Islam Indonesia (PESTA UII) 2026 sudah dilakukan rutin setiap tahunnya untuk menyambut para mahasiswa baru. Pada PESTA 2026 ini terpanjat banyak harapan baik dari para internal lembaga dan juga panitia sendiri.
“Jadi pesona taaruf itu kan citra. Artinya ketika pesona taaruf ini diadakan oleh LEM Ull, artinya kita menunjukkan citra kita sebagai keluarga besar Universitas Islam Indonesia. Yang di dalamnya kan berisi pengenalan lembaga-lembaga, ukm, lembaga khusus kemudian budaya. Yang lebih konkretnya kan ada 4 yaitu keislaman, ke uii an, kelembagaan sama kemahasiswaan. Jadi itu targetnya” Terang Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Islam Indonesia, Troy Amirul Akhmad.
Di hari pertama PESTA UII 2026, antusiasme para mahasiswa baru nampak saat mereka berlomba-lomba mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan saat mata acara Talkshow Kepemimpinan yang di bawakah oleh Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P yang juga menjadi pemateri saat itu.

Talkshow Kepemimpinan oleh Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P
Mata acara selanjutnya adalah Muara Gagasan yang dihadirkan sebagai ruang bagi para mahasiswa baru untuk berdiskusi dan berdialog terkait Kepemimpinan. Namun sebelum membentuk kelompok, mereka di suguhi video pendek terkait kondisi Indonesia saat ini. Dan di Muara Gagasan lah tempat mereka untuk bisa bertukar pikiran untuk mendiskusikan terkait isu tersebut. Pada beberapa lingkaran kelompok Mahasiswa Baru terlihat mereka sangat aktif berdialog, saling melempar ide dan juga gagasan.
Sesi Diskusi Maba-miba bersama Pemateri
Di hari kedua, para mahasiswa baru memasuki kampus melalui gerbang depan boulevard menuju venue utama yang berlokasi di depan Gedung Olahraga Ki Bagoes Hadikoesoemo. Mata acara pertama di hari kedua ini adalah Talkshow Keislaman dengan tema “Membangun Semangat Kepemimpinan Mahasiswa Melalui Kisah Hijrah Rasulullah SAW dalam Melawan Budaya Apatis Sekaligus Menjadi Agen Perubahan” oleh Habib Ja’far Al-Jufri. Talkshow tersebut diakhiri dengan penutupan oleh moderator dan sesi foto bersama yang dilakukan dari sisi depan panggung yang menyorot seluruh maba miba.
Kegiatan beralih ke mata acara selanjutnya, yakni Nayaka Citra Yatra. Sesi ini menjadi wadah bagi Maba-miba untuk menuangkan ide dan kreativitasnya melalui lukisan pada kaos putih yang telah mereka siapkan. Dalam kegiatan tersebut, maba miba dalam satu jamaah dibagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari kelompok putra dan kelompok putri.
Nayaka Citra Yatra, Kegiatan Melukis Kaos
Penempatan jamaah tidak sepenuhnya merata. Sebagian jamaah memperoleh tempat yang teduh dan sejuk, sementara sebagian lainnya berada di bawah matahari yang begitu terik. Kondisi tersebut membuat beberapa jamaah tampak kurang nyaman, sehingga proses melukis menjadi kurang kondusif dan dilakukan secara kurang maksimal.
Meskipun demikian, seluruh jamaah tetap mengikuti kegiatan dengan baik. Beberapa jamaah bahkan menunjukkan antusiasme dan semangat kompetitif yang cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari seruan-seruan yang dilontarkan oleh Maba dan Miba dari beberapa jamaah yang bersaing akan lukisannya pada kaos.
Kegiatan Melukis Kaos oleh Maba-miba
Mata acara selanjutnya, show up dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi penutup mata acara pada hari kedua. Di mana, masing-masing UKM menampilkan aksi yang memperkenalkan kemampuannya.
Show up Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Xaviera
Tiba pada hari ketiga yang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian perkenalan ini, membawa atmosfer baru melalui perpindahan lokasi panggung utama PESTA. GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo yang semula menjadi titik bersauh, kini digantikan oleh pelataran Fakultas Kedokteran. Di sana, panggung utama berdiri dengan megahnya siap mencuri perhatian dan menjadi poros seluruh kemeriahan acara di hari itu.
Venue Utama Hari Ketiga PESTA 2026
Di hadapan Maba-miba, perwakilan Lembaga Khusus (LK) melangsungkan unjuk visi yang dimulai dari LK Himmah, LK KOPMA, LK Marching Band, hingga LK MAPALA. Berbagai kreativitas bahkan aksi memukau mereka curahkan untuk memikat perhatian Maba-miba. Penampilan yang disuguhkan memberikan pengalaman serta makna tersendiri bagi para Maba-miba.
Show up Lembaga Khusus (LK) MAPALA
Kemeriahan tak berhenti di sana. Pada mata acara pengenalan LK, berbagai stan dengan desain unik menonjolkan identitas masing-masing. Stan-stan ini berhasil menarik perhatian mahasiswa baru melalui kreativitas serta keseruan promosi yang disuarakan oleh para perwakilan LK.
Alur pelaksanaan kegiatan pada sesi ini, panitia membagi jamaah Maba-miba menjadi dua kelompok. Berdasarkan arahan, secara bergantian jamaah 1 hingga 45 dipandu untuk mengikuti talkshow kemahasiswaan dan kelembagaan yang bertempat di Auditorium Abdul Kahar Mudzakir. Untuk jamaah 46 hingga 90 mengikuti festival stan UKM dan LK.
Rangkaian mata acara pada sesi ini menyulut semarak Maba-miba. Dengan penuh antusias, mereka menjelajahi deretan stan, bahkan mencoba langsung pengalaman yang ditawarkan oleh perwakilan UKM dan LK. Di saat yang sama, talkshow kemahasiswaan dan kelembagaan yang tengah berlangsung di dalam Auditorium juga menyuguhkan keseruan yang sama. Para jamaah yang tengah menerima materi menunjukkan ketertarikan yang luar biasa.
Talkshow Kemahasiswaan dan Kelembagaan
Mata acara selanjutnya adalah pembuatan koreografi berdasarkan iringan jingle PESTA UII. Akan tetapi, pada sesi ini kegiatan tersebut tidak sesuai dengan waktu pada jadwal yang seharusnya. Ketidaksesuaian jadwal tersebut menyebabkan jeda waktu luang yang cukup panjang bagi Maba-miba, yakni berkisar antara dua hingga lima jam.
Mundurnya jadwal ini bermuara pada instruksi panitia yang baru mengarahkan Maba-miba untuk melaksanakan ibadah salat zuhur pada pukul 14.00 WIB. Tidak hanya itu, konsumsi juga baru dibagikan sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan ini, pelaksanaan kegiatan menjadi tidak optimal dengan arahan oleh panitia yang tidak merata pada seluruh jamaah.
“Kesan hari ini, tadi konsumnya telat. Kita baru dikasih jam dua. Bisa dibilang lima jam nggak ngapa-ngapain. Dari habis zuhur sampai habis ashar baru kegiatan aksi demo” ucap salah satu Miba.
Waktu Luang pada Mata Acara Pembuatan Koreografi
Tidak berhenti di sini, mata acara berikutnya, yaitu manajemen dan simulasi aksi kembali tertunda selama kurang lebih satu jam. Sesi ini baru dimulai pukul 17.00. WIB yang diawali dengan panitia yang memisahkan barisan jamaah putra dan putri, lalu memandu untuk berjalan beriringan menuju Jl. Humanika Universitas Islam Indonesia.
Orasi yang Dipimpin oleh Pemantik
Semangat Maba-miba kembali panas ketika pemantik dari perwakilan anggota LEM dan DPM membuka kegiatan manajemen dan simulasi aksi. Pemantik membacakan materi pokok organisasi dan pergerakan terkait dengan hak-hak suara mahasiswa, rakyat, dan perempuan, Agent of Change, serta isu-isu pemerintahan.
Menanggapi materi yang disampaikan oleh pemantik, dengan antusiasme yang menggebu dari para mahasiswa baru turut melangsungkan orasi yang saling bersahutan. Argumen demi argumen mengudara di bawah langit senja yang kian menggelap. Gemuruh simulasi kian terbakar ketika raungan sirine menggema dari atas mobil pick up yang dipenuhi oleh panitia dan beberapa jamaah putra, menjad satu komando yang memacu semangat seluruh Maba-miba.
“Hidup mahasiswa, hidup perempuan yang melawan” sorak-sorakan yang mengudara kala itu.
Manajemen dan Simulasi Aksi
Usai pelaksanaan manajemen dan simulasi aksi, seluruh Maba-miba diarahkan untuk melaksanakan ibadah salat magrib dan isya serta makan malam secara bergantian. Kegiatan kemudian berlanjut ke sesi awarding, sebuah bentuk apresiasi bagi para jamaah dan Maba-miba yang berhasil melaksanakan tantangan juga kompetisi selama berlangsungnya PESTA.
Malam yang kian larut membawa acara kelanjutan acara menuju upacara penutupan yang dibuka dengan lantunan syahdu kalam ilahi, lalu disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Hymne UII. Selanjutnya, sambutan oleh Organizing Committee (OC), Sekretaris Umum LEM UII, Sekretaris Jenderal DPM UII, hingga Wakil Rektor UII, Dr. Nurjihad, S.H., M.H. Tepat pada momen ini, PESTA 2026 resmi ditutup yang diiringi dengan untaian doa yang mengalun syahdu bersama hembusan angin malam.
Akan tetapi, semarak PESTA 2026 tidak usai di sini. Acara selanjutnya terus berlangsung, yakni malam inagurasi yang dipimpin oleh Ketua Umum DPM UII untuk mengikrarkan sumpah mahasiswa dan melantunkan syahadat yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Dengan ini, seluruh peserta PESTA 2026 resmi menjadi Mahasiswa Universitas Islam Indonesia.
Malam Inagurasi
Kini PESTA 2026 telah dilaksanakan dan diakhiri dengan penampilan entertainment dari Unisi Music Community (UMC) dan guest star, yakni Kunto Aji. Alunan lagu “Terlalu Lama Sendiri” yang dibawakan oleh Kunto Aji menjadi penutup malam itu diikuti dengan sorakan yang meriah oleh seluruh peserta PESTA 2026.
Penampilan Entertainment oleh Kunto Aji
Kemegahan dan kemeriahan yang disajikan oleh panitia saat PESTA UII 2026 merupakan salah satu hal yang wajib di apresiasi, namun tentu saja hal-hal seperti ini tak luput dari evaluasi. Di hari pertama dan juga kedua PESTA UII 2026 keluhan mahasiswa baru terkait penyediaan kamar mandi yang tidak mampu mencukupi dan menampung kebutuhan para maba-miba ini luput dari perhatian panitia.
Konsumsi juga turut menuai kritik dari mahasiswa baru yang dapat menjadi perhatian untuk mendapatkan perbaikan kedepannya. Mereka menekankan rasa yang hambar, tekstur lauk yang keras, menu yang monoton, serta ketidakmerataan isi kotak konsumsi. Selain itu, pada hari ketiga, pembagian konsumsi mengalami keterlambatan. Kondisi ini dapat berdampak fatal pada kesehatan peserta PESTA.
Tidak hanya itu, efisiensi penggunaan waktu pada saat transisi mata acara juga ishoma turut menjadi keluhan yang banyak disorot oleh Maba-miba. Akibatnya, banyak Maba-miba yang terlambat bahkan tidak sempat melaksanakan ibadah salat fardhu. Disparitas jadwal tersebut tidak hanya terjadi dalam satu hari, tetapi pada ketiga hari pelaksanaan PESTA 2026.
Puncak dari karut-marut pengelolaan waktu yang tidak efektif tersebut berada pada hari ketiga. Sejak siang, Maba-miba berpacu dengan waktu, ibadah salat zuhur yang sudah hampir usai. Di mana, mereka baru diarahkan untuk menunaikan salat zuhur pada akhir waktu. Selepas itu, ribuan peserta menunggu dalam jangka waktu yang cukup panjang tanpa adanya panduan dan kejelasan agenda dari panitia. Ironisnya, pengondisian Maba-miba pada saat pelaksanaan ibadah salat magrib dan isya juga masih kurang kondusif.
Lebih lanjut, kritik terhadap venue juga turut diberikan pada hari pertama dan kedua. Kapasitas ruangan yang sempit memaksa Maba-miba duduk berdempetan. Selain itu, kondisi kebersihan venue juga disorot karena banyaknya debu serta diperparah oleh instalasi properti, seperti kabel, yang melintang tidak beraturan.
Keluhan peserta semakin memuncak pada hari ketiga akibat ketiadaan tenda di area venue. Kondisi ini memicu keluhan dari Maba-miba yang kepanasan di bawah terik matahari.
Kekecewaan serupa juga diutarakan terkait penempatan jamaah yang tidak merata. Beberapa menempati barisan belakang hingga sisi venue yang menjadi titik buta, sehingga luput dari perhatian Master of Ceremony. Begitu juga pada kegiatan Nayaka Citra Yatra, terdapat jamaah yang penempatannya di bawah terik matahari bahkan di depan tumpukan trashbag yang dipenuhi oleh sampah. Di sisi lain, terdapat jamaah yang menempati tempat yang sejuk di bawah pepohonan bahkan di dalam area tenda.
Penempatan Jamaah dalam Mata Acara Nayaka Citra Yatra
Terlepas dari banyaknya keluhan yang digaungkan oleh peserta PESTA 2026, pelaksanaan seluruh rangkaian mata acara tetap memberikan makna tersendiri bagi masing-masing Maba-miba. Evaluasi atas berbagai kritik tersebut dijadikan batu loncatan untuk pelaksanaan kegiatan yang lebih optimal kedepannya. Langkah ini dapat menjadi energi baru untuk melahirkan pengalaman pertama yang berkesan bagi mahasiswa baru bagaikan bahan bakar untuk merajut mimpi masa depan mereka bersama Universitas Islam Indonesia.
Penyunting: Nuraini Whidi Astuti & Vina Purnama Sari
Grafis: Andara Azzahra