Eksistensi Aplikasi TikTok dalam Dunia Jual-Beli dan Pendidikan

oleh : Gt. Aisya  Nadwa Adelia

Lahirnya aplikasi TikTok menjadi salah satu bukti bahwa kehidupan manusia beriringan dengan kemajuan teknologi. TikTok adalah salah satu platform sosial media yang menawarkan ruang baru untuk berekspresi dengan konten video. Menurut salah satu penelitian dari Universitas Diponegoro, Aplikasi yang dibuat oleh perusahaan ByteDance asal China ini baru diluncurkan dan masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2017. Viv Gong selaku Head of Marketing TikTok sendiri menyatakan bahwa, Indonesia memperoleh peringkat ke-6 terbesar di dunia terkait jumlah pengguna internet. Lantas, hal tersebut yang menjadi dasar aplikasi TikTok masuk ke Indonesia. Dilansir dari CNN Indonesia, Tiktokers atau pengguna TikTok dapat mengunggah konten video berdurasi hingga 10 menit. 

TikTok sendiri berisi berbagai video menarik seperti  hiburan, tips and trick, kalimat motivasi, haul hingga pembelajaran. Hal tersebut membuat TikTok menjadi alternatif baru dalam bersosial media karena tampilannya yang fresh dan menarik. Tiktok sendiri meraih jumlah unduhan mencapai lebih dari 300 juta unduhan dengan unduhan dari Indonesia sebanyak 63,3 juta (CNN Indonesia, 2020).

Jalan baru di dunia marketing

Sebagai salah satu media sosial yang sedang ramai dibicarakan, TikTok menawarkan ruang yang berbeda dari media sosial sebelumnya yaitu fitur jual-beli bernama TikTok Shop. Fitur ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan belanja online, live shopping dan menggunakan ads. Para creator dapat mengembangkan atau bahkan merintis usaha mereka sembari memasarkan produk di aplikasi TikTok. Hal tersebut lantas diamini oleh Shalma Fitriah, seorang pengusaha thrift yang setuju dengan pernyataan bahwa aplikasi ini melahirkan peluang baru bagi pengguna yang sedang merintis usaha. 

Aplikasi TikTok memiliki pengaruh yang cukup besar dalam penjualan thrift. Karena sekarang ini, TikTok menjadi salah satu media sosial yang banyak diakses sama anak-anak muda/milenial dan kepopuleran tiktok dapat menjadi peluang bagi sejumlah marketer atau pengusaha untuk memperkenalkan dan mempromosikan bisnisnya melalui TikTok. Jadi, jualan thrift di TikTok juga cukup mempengaruhi karena banyak anak – anak muda yang tertarik untuk membeli, apa lagi jika barangnya bagus dan harganya terjangkau, mereka akan semakin tertarik untuk membeli produk thrift.” Ujar Shalma. Ia juga gencar memproduksi konten video yang fresh, menarik, kreatif dan juga mencantumkan tagar sebagai salah satu strategi pemasarannya. 

Untuk mendukung penjualannya, Shalma melakukan siaran langsung pada pukul 15.00-16.00 atau 19.00-20.00. Menurut persentase prime time, waktu-waktu tersebut adalah waktu terbaik karena jumlah penonton lebih banyak dibandingkan pada waktu pagi atau siang hari. Selain itu, Shalma juga menyatakan bahwa semenjak melakukan siaran langsung, dagangannya menjadi lebih cepat terjual karena jangkauan pengguna yang menonton lebih luas yang berarti memperluas pasar usaha milik nya.

TikTok juga menyediakan layanan iklan atau advertisement (ads), yaitu Iklan bersponsor yang akan menjadi wadah promosi baik usaha, lembaga, perusahaan maupun pemerintahan. Fitur ini dapat menguntungkan pengusaha karena dalam melakukan iklan, pengiklan dapat menentukan tujuan pembuatan iklan, mengatur target penonton dan anggaran, dan mengunggah video dan foto. 

Menurut Keenya dalam dalam video Youtube membahas tentang penjualan di sosial media menyebutkan bahwa, penjualan TikTok live maupun ads sama-sama mempunyai timbal balik kepada creator yang melakukan jual-beli. Dalam hal ini, creator sebagai penjual diharuskan untuk lebih kreatif dalam memasarkan produk dengan sistematika penjualan yang sudah beragam, entah itu saat Tiktok Live atau menggunakan ads. Traffic penjualan juga tergantung dengan algoritma setiap akun yang berbeda-beda, maka dari itu creator bisa memanfaatkan segala fitur dalam memperluas pasar dagangan.

Mendapatkan Ilmu di Tiktok

Tidak hanya digunakan untuk hiburan dan marketing, TikTok juga digunakan sebagai media belajar. Pernyataan tersebut diperkuat dengan artikel oleh Deloitte Global Millennial Survey (Firamadhina & Krisnani, 2020) bahwa diperkirakan sebanyak tiga perempat responden yang menyatakan bahwa pandemi membuat mereka sadar akan kebutuhan orang lain. 

Lebih lanjut konten belajar di Tiktok juga dapat dicari melalui tagar atau hashtag. Salah satu tagar yang bisa digunakan yaitu #SamaSamaBelajar yang telah ditonton lebih dari 20 juta kali oleh para pengguna (Firamadhina dan Krisnani, 2020). Banyaknya kunjungan pada tagar tersebut dapat menunjukkan bahwa aplikasi TikTok juga bermanfaat bagi dunia edukasi. Video yang bisa ditemui tak hanya dalam dunia pendidikan sekolah saja tetapi bisa menjurus ke dunia profesionalisme pekerjaan.

Penggunaan hashtag dalam setiap video di TikTok sangat penting agar video-video tersebut dapat menjangkau lebih banyak lagi pengguna. Jadi, dengan berkembangnya fitur-fitur TikTok membuat aplikasi tersebut terus mengepakkan sayap dominasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bagaimana Tiktok juga bermanfaat dalam aspek pendidikan dan pembelajaran.

Adanya variasi konten membuat jalan aplikasi Tiktok semakin terbuka guna digemari oleh khalayak ramai. Pengguna sosial media mencoba untuk menggali informasi hanya melalui satu platform saja. Tak ayal semakin banyak jenis-jenis konten Tiktok yang akan bermunculan dan tak menutup kemungkinan variasi tersebut dapat bertambah seiring dengan perkembangan trend yang ada. Maka dari itu kita diharapkan bijak dalam menggunakan sosial media entah sebagai content creator atau penikmatnya saja.

Penyunting : Lulu Yahdini & Citra Mediant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *