Laporan Khas Wawancara

PKM 2023: Sarana Eksplorasi Inovasi Mahasiswa

Oleh: Afifah Azzahra, Birru Aisyah, Youmi Hanesfu

PKM atau Program Kreativitas Mahasiswa merupakan kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi sebagai ajang inovasi ide maupun gerakan antar mahasiswa dalam berbagai bidang. Tahun 2023 menjadi awal perubahan sistematika perlombaan PKM yang pada awalnya skema PKM dibagi berdasarkan bidang tertentu menjadi skema PKM yang terpisah. Penjelasan perubahan skema tersebut dapat dilihat dari gambar berikut. 

Gambar 1. Skema Bidang PKM 2021


Gambar 2. Skema Bidang PKM 2023

Gambar 1 memberikan visualisasi terkait skema PKM 2021 yang berjumlah delapan skema yang dua di antaranya tidak memasuki tahap pendanaan, yaitu skema PKM Gagasan Tertulis (GT) dan Artikel Ilmiah (AI). Kemudian di tahun 2023, skema PKM bertambah menjadi 10 skema dengan hanya skema PKM AI yang tidak mendapatkan pendanaan. Berdasarkan buku pedoman PKM 2023 yang diarahkan langsung oleh Nadiem Anwar Makarim, disebutkan bahwa pengembangan skema PKM dilakukan sebagai bentuk adaptasi kompetisi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat saat ini.

PKM sudah dilakukan sejak 22 tahun yang lalu melalui ajang PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) . Pada tahun 1996 Program Kreativitas Mahasiswa diinisiasi di era menjelang reformasi yang konsepnya dirampungkan pada tahun 2000 dan dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2001 (Makariem et al., n.d.). Proses perkembangan PKM yang semakin luas dan bervariasi tersebut mendorong para tenaga pendidik di perguruan tinggi dan mahasiswa untuk mengikuti PKM. Perlombaan ini juga menjadi salah satu kompetisi Kemendikbud yang kompetitif dan bergengsi di kalangan mahasiswa.

Kepala Divisi Pembinaan Prestasi UII Arif Fajar Wibisono, dalam acara sosialisasi seleksi internal PKM UII 2023 (03/02), menjelaskan bahwa kompetisi PKM adalah perlombaan yang sebenarnya wajib untuk diikuti mahasiswa. Alasannya karena kegiatan ini langsung mendapatkan pendanaan oleh pemerintah dan program mahasiswa dapat direalisasikan dalam jangka panjang. “Jadi, sebenarnya perlombaan dari Kemendikbud itu wajib diikuti sama teman-teman mahasiswa. Lomba-lomba tingkat nasional lainnya itu sunnah, boleh diikuti, tapi yang dari Kemendikbud itu yang didahulukan”, ujarnya pada acara sosialisasi. 

Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi salah satu universitas yang kerap kali berhasil mengirimkan kontingennya untuk maju pada tahap akhir PKM, yaitu PIMNAS atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Pada tahun 2019, PIMNAS sempat terhenti karena dampak Covid-19 yang melanda, sehingga tim PKM yang lolos tahap PIMNAS pada tahun tersebut berganti menjadi PIMNAS 2020. Berikut diagram jumlah tim PKM UII yang lolos tahap pendanaan dan PIMNAS dari tahun 2019 hingga 2022.


Gambar 3. Diagram Jumlah Tim PKM UII Lolos Pendanaan dan PIMNAS (2019-2022)

Berdasarkan diagram tersebut dapat disimpulkan bahwa di tahun 2022, jumlah tim PKM UII yang lolos tahap pendanaan mengalami penurunan drastis. Pada tahun 2019 hingga 2021 jumlah tim lolos pendanaan meningkat secara berturut-turut dari 47 kemudian 79 hingga mencapai angka 84 di tahun 2021. Sedangkan di tahun 2022, jumlah tim PKM yang lolos pendanaan mengalami penurunan hingga menyentuh angka 8. Hingga saat ini, belum ada tanggapan jelas dari pihak PKM Corner terkait menurunnya jumlah tim PKM yang mendapat pendanaan di tahun 2022 tersebut. 

PKM Corner Sebagai Pusat Informasi 

PKM Corner UII adalah Tim Kerja yang dianungi Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII yang berfokus pada fasilitasi tim PKM, serta pengelolaan informasi dan sistematika perlombaan PKM di kalangan UII.

“Jadi fungsi PKM Corner itu untuk menyediakan informasi, memberi feedback terhadap perkembangan proposal tim, bahkan kita juga menyediakan fasilitas berupa Find Your Team. Ini adalah bentuk upaya kami dalam memberikan bantuan terhadap tim PKM yang belum mendapatkan anggota yang sesuai dengan kriteria mereka,” jelas Achmad selaku Direktur PKM Corner. 

Pernyataan Achmad juga didukung dengan kegiatan media sosial PKM Corner yang menyebarkan informasi terkait kegiatan sosialisasi, berkas dokumen PKM yang lolos tahap pendanaan dan PIMNAS, hingga laman Google Sheet untuk mendata kebutuhan anggota tim PKM. Ikanti, peserta lomba PKM juga mengungkapkan bahwa PKM Corner sangat membantu proses pencarian tim. “Kalau nanti ada yang punya ide tapi belum punya tim, PKM menyediakan tempat untuk saling bertemu dan kalau misalnya cocok bisa jadi tim baru,” ujar Ikanti (12/02).  

PKM Corner juga menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dua tahapan seleksi perlombaan, yaitu seleksi internal universitas dan seleksi nasional oleh Kemendikbudristek. Mahasiswa yang lolos pada tahap seleksi Universitas akan diberikan pendampingan untuk membuat proposal yang sesuai pedoman PKM. 

Respons Mahasiswa terhadap Kegiatan PKM

Melihat dari sudut pandang mahasiswa, beberapa dari mereka memiliki ketertarikan untuk mengikuti kegiatan PKM karena kompetisi ini diselenggarakan langsung oleh pemerintah. Aji, salah satu mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi UII yang juga menjadi peserta PKM memaparkan bahwa kegiatan tersebut juga bisa menjadi sarana untuk menambah relasi, melatih teamwork, dan meningkatkan kreativitas. Selain itu, Ikanti sebagai peserta juga menambahkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini membantu mahasiswa menuangkan ide-ide yang berguna untuk memecahkan masalah yang ada di sekitar masyarakat dan menantang para peserta agar dapat menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan yang terstruktur, kreatif, dan persuasif. 

“Saya mengikuti PKM ini, karena kegiatan yang diadakan merupakan bentuk penyaluran kreativitas mahasiswa yang nantinya akan didanai oleh pemerintah dan bisa menjadi suatu hal yang bermanfaat bagi kita dan masyarakat Indonesia. Selain itu, penyaluran ide dari mahasiswa juga bisa menjadi hal inovatif yang dapat membangun program-program baru”, jelas Ikanti dalam wawancara (12/02).  

Meskipun kegiatan PKM dianjurkan, beberapa mahasiswa memilih untuk tidak mengikuti kegiatan PKM karena alasan tertentu. Bintang mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2021, yang belum mengikuti kegiatan PKM memaparkan bahwa ia cenderung ingin fokus kepada kegiatan organisasi mahasiswa dan akademik. Kegiatan PKM ini memang membutuhkan proses yang lama untuk mencapai tahap PIMNAS yaitu sekitar 3-4 bulan dalam merealisasikan program. Sehingga beberapa mahasiswa ingin berfokus terhadap akademik perkuliahan ataupun mencari pengalaman eksternal seperti magang, volunteer, dan kegiatan produktif lainnya. 

Beberapa mahasiswa lain juga mengaku tertarik dengan kegiatan PKM, tetapi prioritas kegiatan setiap mahasiswa yang berbeda menjadikan mereka belum siap mengikuti perlombaan tersebut. “Bukannya saya tidak tertarik tapi lebih ke saya belum siap karena saya tidak memiliki ide untuk mengikuti PKM itu sendiri”, jelas Rini Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris 2021 (21/02). 

Kegiatan PKM pada akhirnya menjadi jembatan alternatif mahasiswa UII dalam merealisasikan teori yang mereka geluti di masa perkuliahan. Kemudian dikembangkan menjadi ide inovatif yang bermanfaat pada khalayak luas. Respon mahasiswa yang positif terhadap kegiatan ini menandakan bahwa mereka mendukung peningkatan partisipasi mahasiswa lain untuk terlibat dalam PKM. Pada dasarnya, kompetisi ini bukan hanya tentang memperebutkan medali emas, melainkan bagaimana seorang mahasiswa dapat mendukung pembangunan nasional dengan ide kreatif mereka.


Penyunting: Liya Ayu Aini Nafis & Haidhar F. Wardoyo

Grafis: Aulia Salsabilla