Oleh: Miftah Laila, Shaffana Shafwa R., Rajni Warastri Manyari
Dalam melakukan penerimaan mahasiswa, UII tidak hanya menerima mahasiswa yang berasal dari Pulau Jawa, melainkan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari yang paling barat hingga yang paling timur. Hal tersebut menimbulkan keberagaman yang mendukung terciptanya lingkungan kampus yang multikultural, serta menciptakan ruang untuk saling mengenal dan mempersatukan budaya, bahasa, agama, dan juga rutinitas yang ada di dalam UII.
Keberagaman budaya, bahasa serta cara adaptasi di lingkungan kampus adalah sebuah fenomena yang tidak dapat dihindari. Mahasiswa berdatangan membawa beragam kekayaan nilai budaya, bahasa, tradisi, kebiasaan sampai dengan cara berkomunikasi yang berbeda-beda. Keberagaman ini menciptakan suasana di lingkungan akademik yang lebih terbuka, dinamis juga penuh dengan toleransi.
Dalam proses adaptasi, setiap mahasiswa baru perlu melalui tantangannya tersendiri, seperti halnya dalam mengatasi perbedaan pada bahasa dan kebiasaan sosialnya. Namun, setiap mahasiswa tidak hanya menghadapi tantangan akan bahasanya saja, tetapi juga perlu memahami dan menerima segala perbedaan yang hadir. Perbedaan akan cara berfikir, norma-norma sosial, pun perbedaan pandangan hidup yang dibawa oleh setiap individu dari daerah asalnya.
Wadah Keberagaman Mahasiswa UII
Keberagaman identitas kultural menjadi modal sosial bagi mahasiswa untuk membangun organisasi daerah yang berfungsi sebagai wadah penting dalam menjembatani berbagai aspirasi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi dan menghargai keberagaman budaya. Sehingga, dapat menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan yang tinggi antara mahasiswa dari berbagai daerah.
Beberapa organisasi daerah yang ada di UII seperti KMSS (Keluarga Mahasiswa Sulawesi Selatan), HIMARI (Himpunan Mahasiswa Riau), dan IKPMYK Jabar UII (Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Yogyakarta) terbentuk dari kumpul-kumpul semata dan diskusi ringan oleh berbagai mahasiswa dari latar belakang daerah yang sama. Mereka menyadari bahwa di UII belum tersedia wadah kekeluargaan khusus yang menaungi mahasiswa dari daerahnya masing-masing.
Keberadaan ormada yang ada di UII tidak hanya tumbuh dari inisiatif mahasiswa, namun juga mendapatkan perhatian dan dukungan dari pihak kampus. Dukungan tersebut memang tidak diberikan kepada seluruh ormada di UII, dikarenakan beberapa ormada fokus pada lingkungan di luar kampus UII, seperti KMSS. Akan tetapi, pada HIMARI dan IKPMYK Jabar UII, dukungan kampus tetap tersalurkan dengan baik. Mereka menyebutkan bahwa UII mendukung penuh agenda yang diadakan oleh ormada di UII, seperti menjadi sponsorship dalam acara ulang tahun Jawa Barat yang pada saat itu dilaksanakan di pusat IKPMYK Jabar.
Ketiga ormada ini memuat kegiatan-kegiatan yang positif untuk memperkuat persaudaraan seperti acara kebudayaan, forum diskusi, buka bersama, makrab bahkan saling mendukung satu sama lain. Seperti halnya pada IKPMYK Jabar UII, yang selalu menampilkan ciri khas budaya Jawa Barat juga berpakaian sesuai dengan tradisi Jawa Barat saat dilakukan pelantikan. Tak hanya itu, HIMARI dalam program kegiatannya juga aktif untuk membuat konten edukatif seperti Funfact Riau edisi Istana Siak. Melalui ormada ini mahasiswa bukan hanya belajar mengenali budaya sendiri, tetapi juga belajar menghargai dan berbaur dengan perbedaan, yang menjadi bekal penting dalam kehidupan sosial dan profesional ke depan.
“Kalau menurut aku pribadi, HIMARI tuh udah jadi rumah. Tempat aku bisa tanya-tanya, minta solusi, dan bantu aku berkembang. Kita juga bisa kenal sama alumni, bahkan yang udah jadi pejabat. Kita juga bisa dapat peluang, seperti kerja, dari koneksi HIMARI. Jadi ini bentuk kontribusi nyata” Ungkap Alya Sekretaris Bidang DKP Departemen Pendidikan HIMARI UII
Adaptasi Mahasiswa dalam Keberagaman
Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia melakukan interaksi lintas budaya di setiap harinya, mulai dari ruang kelas, kos-kosan, kantin, hingga kegiatan organisasi. Perbedaan logat, gaya komunikasi, hingga kebiasaan hidup menjadi bagian dari dinamika sosial yang memperkaya pengalaman mahasiswa. Mahasiswa yang awalnya merasa canggung karena perbedaan cara berbicara atau berperilaku, lambat laun belajar untuk memahami dan menghargai perbedaan. Mereka mulai terbiasa mengamati cara berkomunikasi orang lain dan menyesuaikan diri agar tetap nyaman dalam pergaulannya.
Beberapa mahasiswa menceritakan pengalamannya dalam menghadapi tantangan untuk beradaptasi di lingkungan kampus yang penuh akan keberagaman. Kaila mahasiswi asal Cirebon dan F mahasiswi asal Pekanbaru, mengatakan bahwa membangun kedekatan dan interaksi dengan teman dari latar belakang budaya yang berbeda merupakan tantangan yang harus mereka hadapi. Untuk itu, kehati-hatian dalam mengamati cara interaksi lawan bicara merupakan hal penting yang harus dilakukan, supaya penyesuaian diri dapat terlaksana dengan baik. Namun, lain halnya dengan Talitha, mahasiswi asal Tangerang Selatan yang merasa tidak terlalu kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan UII yang penuh dengan keberagaman. Hal ini dikarenakan sejak SMA ia sudah tinggal di Jogja, sehingga masa adaptasinya lebih awal dilewati sebelum masuk masa kuliah.
“Selama ini aku ngerasa toleransi di UII cukup tinggi. Kita saling ngerti aja gitu. Misalnya, ada temen dari agama atau budaya yang berbeda, tapi kita tetap saling jaga kenyamanan. Waktu bulan puasa, temen yang non-Muslim juga ngerti kondisi, dan kadang malah bantuin pas buka bersama. Jadi toleransi itu nggak cuma teori, tapi udah jadi kebiasaan.” Ungkap F, mahasiswi asal pekanbaru.
Hadirnya ormada di UII sudah menjadi rumah kedua bagi para anggotanya. Dengan memberikan kenyamanan untuk saling mendukung dan membantu dalam proses adaptasi dengan lingkungan kampus yang plural, ormada merupakan bentuk nyata dalam upaya mempertahankan identitas sosial budaya yang dibawa oleh setiap mahasiswa ke dalam lingkungan kampus. Tak hanya itu, ormada di UII hadir sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan setiap mahasiswa dalam memperkuat solidaritas yang dapat menciptakan kebersamaan yang hangat dan mendalam.
Melalui ormada, mahasiswa berperan penting dalam mengembangkan keterampilan sosial anggotanya. Kegiatan terstruktur seperti forum diskusi maupun kolaborasi lintas daerah, dapat membantu mahasiswa dalam membangun skill komunikasi dan kerjasama di lingkungan kampus. Sehingga hadirnya ormada di UII tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membentuk pribadi mahasiswa yang adaptif dan saling menghargai dalam menjalin kebersamaan dalam keberagaman yang ada.
Penyunting : Vina Purnamasari
Grafis : Indah Damayanti