Puisi Sastra

Kelindan Labirin Kampus (Kompilasi Puisi)

Oleh : Mahira Zardini Nurfadilah

Disorientasi

Menapak sebagai bilik ideologi

Berlagak mengulur macam rupa manifestasi

Lantas bersumber dari mana sorakan aksi nyata?

Jika dalam potret ini terbujur retorika semata

 

Rupa-rupanya terjerat dalam kekeliruan berorientasi

Menari meliuk atas nama generasi

Digerayangi oportunis menakhodai jiwa

Mendampar mahasiswa,

demi merayapi gorong-gorong perebutan kuasa

 

Sangkrah

Acap kali nyata pula adanya

Peralihan memberdaya guna

Menyemat lebih banyak moral dalam sistematika

Tak lain berpengharapan untuk dianut

 

Namun jika menemu senja kalanya

Apa arti semua yang berubah

Alur manis setiap narasinya hilang makna

Menyisa runtuh bersilih lumpuh belaka

 

Bisakah sekiranya

Kanun-kanun yang disadur itu

Melabuh sirkulasi hidup dalam mujurnya

Menyatu suara tuk kemudian turut ditempa yang baru

 

Gelung

Dalam gelung

suatu komitmen memberangsang

mengikat jerat nyala gelora para belia.

Bersanding bahu merealisasi visi

Gelung ialah jantung

Di mana ramai cendekia

borjuis soal kepiawaian.

Membidangi ranah berbeda warna

Gelung bak bintang-bintang

Lantaran benderang,

menyuar sepanjang kacamata pengetahuan.

Gelung ruang kita bersama,

berdikari memoles potensi

guna memarani rona prestasi.


Grafis: Tara Saffanah Hernadi