Creative Post

Cerpen Sastra

Dirimu di Antara Bintang

Oleh : Aqila Khairun Niswah Kelulusan masa SMA sedang dirasakan oleh para remaja yang menginjak kelas 12 saat ini, yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan mereka ke tahap kuliah. Satria...
  • BY
  • September 29, 2026
  • 0 Comments
Esai Gagas

Mengupas Kesalahan Informasi di Balik Bias Politik: Ancaman terhadap Nalar Kritis di Era Digital

Oleh : ⁠⁠Lovizahara Alifya Putri, ⁠⁠Muthia Zainnajwa Zahra Derasnya arus informasi saat ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam mengakses berita di berbagai media sosial, tetapi juga menimbulkan tantangan baru dalam...
  • BY
  • Agustus 19, 2026
  • 0 Comments
Kabar Estetik Wawancara

Merawat Hobi di Kala Pandemi

  • BY
  • Januari 30, 2021
  • 0 Comments
  • 362 Views
Cerpen Sastra

Refleksi dalam Diri

Oleh: Dimas Aufaris Arkandi Yunisa adalah wanita biasa dengan kehidupan yang terlihat stabil. Dua tahun lalu, ia lulus dari jurusan Psikologi dengan kebanggaan tertanam dalam hatinya. Kini, ia bekerja di
Kabar Presisi

Memantik Keberanian dan Kebebasan Bersuara melalui Kenangan Tragedi “Sang Martir Slamet Saroyo”

Oleh: Nazhifah Aulia Anwar & Miftah Laila Nurhaliza Tragedi terbunuhnya Slamet Saroyo menjadi bukti bahwa kekuasaan bisa membungkam kebebasan bersuara. 4 November 1989 akan selalu menjadi hari yang dikenang karena
Kabar Presisi

Tamatnya 10 Tahun Rezim Jokowi, Raksasa Berwajah Rakyat

Oleh: Nur Kholifah Arifiani Pada Selasa 22/10 lalu, Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PSAD) Universitas Islam Indonesia kembali menggelar Srawung Demokrasi dengan tajuk “10 Tahun Jokowi: Dua Wajah Melodramatik”. Acara
Gagas Opini

Revolusi Digital: Peluang atau Ancaman?

Oleh: Elang Moh Abimanyu Revolusi digital telah mengubah wajah kehidupan manusia secara drastis. Dari masa ketika informasi disebarkan secara terbatas melalui obor penerangan hingga era di mana data mengalir bebas
Gagas Opini

Sekolah Hanyalah Komoditas Tenaga Kerja Informal

Oleh: Fatih Hayatul Azhar (Mahasiswa Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan) Pendidikan modern, di era yang konon katanya maju, lebih mirip pabrik daripada lembaga pembentuk manusia. Kita menyebutnya “sekolah,” tetapi realitanya,